Pakar Siber Bongkar Rahasia Gelap di Balik Kamera Pengawas China: Anda Tak Bisa Bersembunyi Lagi

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Seorang pakar keamanan siber mengungkap bagaimana sistem pengawasan terbaru China kini mampu melacak individu secara menyeluruh. Teknologi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengenalan wajah di resor ski hingga detail kursi di kereta, untuk membangun profil lengkap seseorang.

Seorang peneliti keamanan siber dengan nama samaran NetAskari baru-baru ini mengklik tab bertuliskan “Pencarian data jurnalis” di sebuah dasbor web China yang tidak terlindungi, ia awalnya mengira akan menemukan kumpulan data tiruan yang dibuat otomatis.

Baca Juga :
Iran Pertimbangkan Serahkan Uranium yang Diperkaya ke China, Begini Respons Beijing
Rudal Serang dan Drone Murah: Bagaimana Asia Tenggara Dapat Menghalau Tiongkok?

Namun, yang muncul justru wajah-wajah yang ia kenal. Ternyata itu adalah basis data lengkap hampir semua jurnalis asing yang berbasis di Beijing pada 2021. Data tersebut mencakup foto paspor resmi yang diambil di kantor imigrasi, nomor ponsel pribadi, rincian visa, hingga tanggal lahir.

Ia bahkan menemukan data pribadinya sendiri tersimpan dalam daftar pantauan polisi China. "Ini lebih menarik daripada mengejutkan,” kata NetAskari kepada DW.

"Saat bekerja sebagai jurnalis di China, pada dasarnya Anda menganggap diri selalu berada dalam pengawasan. Namun, yang mengejutkan saya adalah betapa mudahnya mengakses sistem yang sangat sensitif ini,” tambahnya.

Temuan tersebut merupakan bagian dari sistem yang disebut "profil holografik”, yakni model pengawasan yang menggabungkan berbagai sumber data secara real-time.

Sistem ini dikembangkan untuk Biro Keamanan Publik di Zhangjiakou, lokasi Olimpiade Musim Dingin 2022. Pengawasan tidak lagi hanya mengandalkan kamera CCTV, tetapi telah berevolusi menjadi jaringan berbasis analitik data yang mampu mencatat pergerakan individu secara rinci.

Data itu memperlihatkan arah perkembangan sistem pengawasan negarayang bergerak cepat, dari sekadar jaringan kamera jalanan menjadi mesin pengendalian sosial yang terintegrasi, beroperasi 24 jam, dan mampu memprediksi perilaku.

Selama ini, China telah dikenal memiliki jaringan CCTV terbesar di dunia. Melalui proyek nasional "Xueliang” atau "Mata Terang”, pemerintah berupaya menyatukan berbagai sistem pengawasan yang tersebar menjadi satu jaringan terpadu.

Namun, data dalam dasbor kepolisian Zhangjiakou menunjukkan tingkat detail pengawasan yang jauh lebih tinggi. Sistem tersebut mampu melacak pergerakan individu dengan sangat rinci, mencerminkan semakin canggihnya kemampuan aparat dalam memantau masyarakat.

Baca Juga :
Robot Asisten Rumah Tangga dari China Ini Bisa Goreng Telur sampai Cuci Baju, Harganya Setara Mobil!
Korban Tewas Akibat Ledakan Tambang Batu Bara di China Jadi 90 Orang
China Respons AS Hentikan Sementara Penjualan Senjata ke Taiwan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa UI Raih Medali Emas Taekwondo Internasional di Jepang Meski Cedera
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Kunjungan Prabowo ke Perancis Perkuat Kerja Sama Energi hingga Pertahanan
• 15 jam lalukompas.com
thumb
PLN UP3 Palu Siapkan 377 Personel untuk Amankan Listrik di Idul Adha
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jangan Sampai Salah! Intip Cara Olah Daging Kurban agar Empuk dan Bergizi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sapi Kurban Prabowo 1,1 Ton di Lamongan Jadi Tontonan Warga Sekampung saat Disembelih
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.