Kisah Widya, Peracik Bumbu Sate Idul Adha yang Tak Makan Daging karena Trauma Masa Kecil

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tradisi bakar sate saat Hari Raya Idul Adha identik dengan makan bersama keluarga.

Namun, hal berbeda justru dialami Widya (33).

Perempuan itu selalu menjadi andalan keluarga untuk meracik bumbu sate, meski dirinya sendiri tidak suka makan sate maupun daging kurban.

Setiap Idul Adha, dapur rumah Widya selalu sibuk.

Baca juga: Mau Dipotong, Sapi Kurban 350 Kg Kabur dan Terjebak di Gorong-gorong Sedalam 2 Meter di Jaktim

Sejak pagi, ia sudah menyiapkan berbagai bumbu untuk sate kambing maupun sapi yang akan dibakar bersama keluarga.

Mulai dari menghaluskan bawang, mencampur kecap, meracik bumbu kacang, hingga memastikan rasa sate sesuai selera keluarga, semuanya ditangani Widya.

Bahkan, keluarganya mengaku selalu menunggu racikan bumbu buatan Widya sebelum mulai membakar sate.

Baca juga: Tak Bisa Asal Berani, Teknik dan Pengalaman Kunci Penting Saat Sembelih Hewan Kurban

Salah satu bumbu andalannya adalah tambahan sepotong kemiri dan minyak wijen.

“Kalau belum diracik sama saya, katanya rasanya beda,” kata Widya sambil tertawa, Rabu (27/5/2026).

Meski piawai meracik bumbu sate, Widya mengaku sama sekali tidak ikut menyantap sate yang ia buat.

Baca juga: Tali Pengikat Putus, Sapi Kurban Lepas dan Lari Tak Terkendali di Tanah Tinggi Tangerang

Aroma daging yang dibakar justru membuatnya kehilangan selera makan.

Menurut Widya, ketidaksukaannya terhadap daging sudah muncul sejak kecil.

Ia mengaku trauma melihat proses penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha.

“Dari kecil memang enggak suka daging. Soalnya sering lihat proses motong hewan pas Idul Adha, lihat darah juga jadi enggak kuat,” ujarnya.

Baca juga: Masjid Istiqlal Sembelih Hewan Kurban Besok, Daging Dibagikan ke Musala hingga Panti Binaan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Bukan hanya tidak tega melihat penyembelihan, Widya juga mengaku tidak tahan dengan aroma khas daging, terutama kambing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lapas Tuban Gelar Makan Bersama Warga Binaan, Olahan Daging Kurban Jadi Sajian Utama
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
KCN Salurkan 33 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Cilincing dan Marunda
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Gelombang Panas Mulai Melanda Seluruh Dunia
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kuba Berterima Kasih atas Bantuan 15 Ribu Ton Beras dari China
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Nama Shin Tae-yong dan Luciano Leandro Mengemuka sebagai Pelatih Persija Jakarta
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.