Pantau - Pemerintah Kuba menyampaikan terima kasih kepada China atas pengiriman bantuan kemanusiaan berupa 15 ribu ton beras di tengah situasi ekonomi dan tekanan internasional yang dihadapi negara tersebut.
Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari total 60 ribu ton beras yang disumbangkan oleh pemerintah dan rakyat China kepada Kuba.
“Kami berterima kasih atas pengiriman 15.000 ton beras ke Kuba, bagian dari total 60.000 ton yang disumbangkan sebagai bantuan kemanusiaan oleh partai, pemerintah, dan rakyat China,” ungkap Rodriguez melalui platform X pada Selasa (26/5).
Menurut dia, bantuan tersebut menjadi simbol solidaritas dan hubungan persaudaraan antara Kuba dan China di tengah kondisi global yang sulit.
Kuba Soroti Tekanan dari Amerika SerikatKuba saat ini menghadapi tekanan ekonomi setelah Amerika Serikat memberlakukan tarif terhadap impor dari negara-negara pemasok minyak ke Kuba pada 29 Januari lalu.
Washington juga menetapkan keadaan darurat dengan alasan adanya dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.
Pemerintah Kuba menilai langkah tersebut sebagai bagian dari embargo energi yang bertujuan menekan perekonomian negara itu dan memperburuk kondisi hidup masyarakat.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez bahkan menyebut ancaman militer Amerika Serikat terhadap Kuba telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia menegaskan rakyat Kuba siap mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan negara mereka jika terjadi agresi.
Kuba Sebut Dakwaan AS sebagai Provokasi PolitikKetegangan kedua negara juga meningkat setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa mantan Presiden Kuba Raul Castro dan lima perwira militer Kuba terkait insiden penembakan jatuh dua pesawat pada 1996.
Pemerintah Kuba menilai tuduhan tersebut sebagai provokasi politik dari Washington.
Havana menegaskan tindakan yang dilakukan saat itu merupakan bentuk pertahanan diri setelah berulang kali terjadi pelanggaran wilayah udara Kuba oleh kelompok pengasingan berbasis di Miami, Brothers to the Rescue.
Bantuan kemanusiaan dari China dinilai menjadi dukungan penting bagi Kuba di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik yang terus berlangsung.




