HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Nama Mariano Peralta kini menjadi salah satu pusat perhatian terbesar dalam bursa transfer Super League 2026/2027. Pemain asing milik Borneo FC itu mendadak menjadi rebutan sejumlah klub besar setelah tampil luar biasa sepanjang musim lalu.
Rumor mengenai masa depannya semakin panas setelah Persija Jakarta dan Persib Bandung disebut menjadi dua klub paling serius yang menginginkan tanda tangannya.
Bahkan, di tengah persaingan tersebut, muncul spekulasi bahwa Peralta lebih condong memilih Persija Jakarta dibanding rival-rival lainnya. Publik pun mulai bertanya-tanya: apakah faktor proyek tim yang membuatnya tertarik, atau justru iming-iming kontrak bernilai fantastis?
Sampai saat ini memang belum ada pengumuman resmi mengenai klub tujuan Mariano Peralta musim depan. Namun satu hal yang pasti, performa impresifnya musim lalu membuat nilainya melonjak drastis.
Peralta bukan lagi sekadar pemain asing biasa di kompetisi Indonesia.
Ia kini telah menjelma menjadi salah satu ikon baru Super League.
Musim 2025/2026 menjadi titik ledakan karier pemain asal Argentina tersebut. Meski gagal membawa Borneo FC meraih gelar juara, Peralta tetap tampil sebagai pemain paling menonjol sepanjang musim.
Kontribusinya di lini serang Pesut Etam benar-benar luar biasa.
Ia mencatatkan 20 gol dan 14 assist, statistik yang membuatnya akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik Super League 2025/2026.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa Peralta bukan hanya tajam dalam mencetak gol, tetapi juga sangat dominan dalam membangun permainan.
Ia mampu menjadi pembeda hampir di setiap pertandingan.
Tidak mengherankan jika klub-klub besar mulai berlomba mendapatkan jasanya.
Peralta dikenal sebagai pemain dengan kombinasi kecepatan, kelincahan, dan kreativitas tinggi. Bermain sebagai winger, ia memiliki kemampuan menusuk dari sisi lapangan sekaligus visi bermain yang sangat matang.
Banyak suporter menyebutnya sebagai “penyihir dari Argentina” karena kemampuannya mengubah jalannya pertandingan hanya lewat satu momen.
Sementara di ruang ganti Borneo FC, ia bahkan sempat mendapat julukan “Maradona”.
Julukan itu memang terdengar besar, tetapi cukup menggambarkan betapa dominannya Peralta di lapangan musim lalu.
Nama lengkapnya adalah Mariano Ezequiel Peralta Bauer. Ia lahir di Adrogué, Argentina, pada 20 Februari 1998.
Perjalanan kariernya tidak instan.
Peralta merupakan produk akademi San Lorenzo, salah satu klub besar Argentina yang dikenal sering melahirkan pemain berbakat. Dari sana, ia memulai perjalanan profesionalnya sebelum sempat dipinjamkan ke Unión de Santa Fe.
Ia kemudian melanjutkan karier di Uruguay bersama CA Cerro sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Indonesia.
Saat pertama kali bergabung dengan Borneo FC pada 2024, namanya sebenarnya belum terlalu mendapat sorotan besar. Namun hanya dalam waktu singkat, situasi berubah total.
Peralta berkembang menjadi roh permainan Pesut Etam.
Nomor punggung 10 yang ia kenakan terasa sangat cocok dengan gaya bermainnya yang kreatif dan eksplosif.
Kini, ketika bursa transfer mulai memanas, rumor kepindahan Peralta ke Persija Jakarta menjadi salah satu isu paling ramai dibicarakan.
Banyak pihak menilai Persija memang sangat membutuhkan pemain dengan karakter seperti Peralta.
Macan Kemayoran beberapa musim terakhir dinilai masih belum memiliki sosok kreator serangan yang benar-benar konsisten. Kehadiran Peralta bisa menjadi jawaban untuk meningkatkan agresivitas lini depan mereka.
Selain itu, faktor finansial juga disebut menjadi salah satu alasan mengapa Persija berada di posisi terdepan dalam perburuan ini.
Sebagai salah satu klub dengan kekuatan finansial terbesar di Indonesia, Persija diyakini mampu memberikan penawaran kontrak yang jauh lebih besar dibanding banyak klub lain.
Spekulasi mengenai “kontrak selangit” pun mulai bermunculan.
Meski belum ada angka resmi yang beredar, publik meyakini bahwa pemain dengan status pemain terbaik liga tentu akan mendapatkan tawaran bernilai fantastis.
Namun bukan hanya uang yang membuat Persija dianggap menarik.
Klub ibu kota itu juga sedang membangun proyek besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara. Tekanan besar dari Jakmania membuat Persija hampir selalu dituntut tampil kompetitif setiap musim.
Bagi pemain seperti Peralta, proyek ambisius seperti itu tentu bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Di sisi lain, Persib Bandung sebenarnya juga tidak kehilangan peluang.
Apalagi Pangeran Biru baru saja mencetak sejarah dengan meraih tiga gelar liga secara beruntun. Namun situasi internal Persib yang sedang dibayangi rumor kepergian Bojan Hodak membuat masa depan proyek tim sedikit dipertanyakan.
Kondisi itu bisa menjadi salah satu faktor yang membuat Persija terlihat lebih agresif dalam perburuan Peralta.
Sementara itu, rumor keterkaitan Persebaya Surabaya dalam persaingan ini mulai meredup. Fokus Green Force saat ini disebut lebih tertuju pada pembenahan sektor pertahanan dan pembangunan ulang skuad bersama Bernardo Tavares.
Kini, perhatian publik tinggal menunggu keputusan Mariano Peralta.
Apakah ia akan memilih Persija Jakarta dengan proyek besar dan kemungkinan kontrak fantastis? Atau justru muncul kejutan lain di tengah panasnya bursa transfer?
Yang jelas, satu musim luar biasa bersama Borneo FC telah mengubah status Mariano Peralta dari pemain asing biasa menjadi salah satu bintang terbesar sepak bola Indonesia saat ini.




