Jakarta, VIVA – Ledakan di sebuah rumah di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terjadi pada hari Minggu kemarin. Kepolisian Resor (Polres) Malang menduga berasal dari petasan racikan yang diproduksi di lokasi kejadian itu.
Kepala Seksi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar di Malang, Rabu, mengatakan dugaan itu didasari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal dan pengumpulan barang bukti, di antaranya selongsong berisi residu serbuk, dan alat yang diduga digunakan untuk meracik petasan itu.
"Tim dari kepolisian setempat bersama Tim Jibom Den Gegana Satuan Brimob dan Bidang Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. melakukan sterilisasi lokasi, olah TKP lanjutan, pengambilan sampel, serta mengamankan 18 barang bukti dari lokasi kejadian," kata Bambang, dikutip, Rabu, 27 Mei 2026.
Personel gabungan itu, kata dia, turut mengamankan beberapa barang bukti lain berupa alat pemadat, sumbu petasan, hingga serpihan kertas dengan sisa bubuk. "Seluruh barang bukti sedang diuji secara laboratoris untuk memastikan kandungannya," ucapnya.
Polres Malang bersama Polda Jawa Timur kini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap asal usul bahan peledak tersebut. Berdasarkan keterangan dari Polres Malang, peristiwa ledakan di sebuah rumah itu terjadi pada Minggu (24/5) malam dan menyebabkan enam orang anggota keluarga mengalami luka-luka.
Dari enam orang itu terdapat satu korban bernama Syamsul Arifin (26) mengalami luka bakar sekitar 60 persen dan telah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar, Kota Malang.
Sedangkan, untuk lima anggota keluarga lainnya, yakni Yatin (52), Nur Vitaniyah (25), Malinda (15), Kenzi Alfaro (3), dan Febriansyah mengalami luka ringan. Ledakan di sebuah rumah di Malang yang diduga diakibatkan petasan itu tidak hanya terjadi kali ini saja, sebab pada Sabtu (23/5) kejadian serupa muncul di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dan menewaskan satu orang penghuni berinisial S (48).
Berkaca dari kejadian itu, Bambang menyampaikan pihaknya terus berupaya meningkatkan upaya pencegahan terulangnya kejadian itu melalui pelaksanaan patroli keamanan lingkungan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak merakit atau menyimpan bahan petasan karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa," ujarnya. (Ant)




