Kemenkeu Optimistis Penerimaan Negara dari Pajak dan Cukai Tahun ini Sesuai Target

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Keuangan menilai kinerja dari Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bagus di tahun ini. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan optimistis target penerimaan negara akan terpenuhi.

“Semester 1 kan belum baru sampai Mei ya. sebelumnya kita tembus berapa? 16 persen ya, sekarang sudah naik lagi ke 20 persen. Tadi bersama Pak Pak Dirjen melaporkan, jadi kelihatannya target tahun ini akan baik. Bea cukai juga akan bagus juga,” kata Purbaya di Masjid Salahuddin di Kompleks Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Menkeu mengoptimalkan penggunaan teknologi khususnya kecerdasan buatan. Sehingga, peningkatan pajak dan bea cukai bisa meningkat signifikan.

Dia menilai, teknologi mampu mengefisiensikan kerja-kerja Pemerintah dan mendorong peningkatan di sektor keuangan.

“Jadi, kita sudah melihat hasil dari proses restrukturisasi di pajak dan bea cukai. Jadi akan bagus sekali tahun ini, dan tahun-tahun ke depan. Kita gunakan semua teknologi yang ada untuk meningkatkan pendapatan pajak maupun cukai. Kita pakai AI di pajak maupun di bea cukai. Jadi harusnya sih lebih efisien,” ucapnya

Purbaya juga mengatakan, Coretax berkontribusi meningkatkan pendapatan pajak di Indonesia. Meski aplikasi sistem pajak initi masih mendapat sejumlah kritik, dia meyakini pendapatan pajak akan terus meningkat.

“Kalau Anda lihat Coretax yang dulunya banyak diprotes, sekarang juga masih ada protes tapi kan sudah sedikit. Tapi kinerja Cortex bisa meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurang cukup signifikan. Karena dengan Cortex semuanya dihitung hampir otomatis. Jadi orang enggak bisa lari,” ucapnya.

Kemajuan sistem dan teknologi yang dibuat pemerintah, juga disebut-sebut bisa menekan potensi seseorang menghindari pajak.

“Sebenarnya PT yang masukin yang sebelah sana, kalau saya penghasilan punya penghasilan banyak ya, kerja di sini, kerja di sini, kerja di sana. Nanti otomatis mereka yang masukin Coretax, saya pas begitu pengembalian pajak itu sudah masuk semua di Coretax muncul otomatis. Jadi ngitungnya cuma sedikit dan kalau mau lari-lari tidak bisa. Itu yang membuat pendapatan dari tax itu meningkat di dibanding tahun 90-an,” pungkasnya.

Target pendapatan negara dalam APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Di mana hingga akhir April 2026, APBN mengalami defisit sebesar Rp164,4 triliun atau setara 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Kementerian Keuangan juga mencatat realisasi pembiayaan anggaran hingga April 2026 telah mencapai Rp298,5 triliun atau sekitar 43,3 persen dari target APBN tahun berjalan.

Pemerintah juga kerap menegaskan kondisi fiskal dan APBN tetap kuat di tengah gejolak perekonomian global. Masyarakat juga diminta tidak khawatir.(lea/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mauricio Souza Angkat Kaki dari Kursi Kepelatihan Persija Jakarta, Jakmania Berseloroh: Pep Guardiola yang Gantiin
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Puan Salat Idul Adha di DPR, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Korupsi Kereta Api, KPK Periksa Dua ASN Kemenhub
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Polda Metro Jaya siagakan personel jaga rangkaian Idul Adha
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Terdengar Tiga Kali Ledakan, KRL Duri-Tangerang Mati Total di Rawa Buaya
• 17 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.