MUI Sebut Tak Masalah Sapi Kurban Presiden Pakai Banpres APBN

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan hewan qurban Bantuan Presiden (Banpres) yang dibeli dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak bermasalah secara hukum Islam. Hal itu dinilai sah secara syar'i karena peruntukannya kembali kepada kemaslahatan masyarakat luas.

"Terkait dengan pembelian sapi dari APBN oleh Presiden melalui Banpres, saya kira ini secara syar'i tidak ada soal (tidak bermasalah)," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh dilansir dari MUI Digital Rabu (27/5/2026).

Baca juga: Sapi Kurban Prabowo-Gibran di Istiqlal Disembelih Besok untuk 2.000 Anak Yatim

Niam menjelaskan berdasarkan hukum Islam pengadaan hewan qurban oleh kepala negara menggunakan kas negara diperbolehkan. Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut merujuk pada hadis riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan tata cara berkurban bagi seorang pemimpin atau imam.

"Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa disunahkan bagi imam, dalam konteks Indonesia adalah Presiden, membeli hewan kurban melalui Baitul Mal (kas negara)," jelasnya.

Dia menyebut, dalam konteks bernegara saat ini, APBN bertindak sebagai Baitul Mal modern. Qurban yang dilakukan oleh presiden menggunakan APBN pada hakikatnya adalah qurban atas nama negara yang ditujukan bagi kesejahteraan rakyat.

"Sehingga qurban dari negara untuk kepentingan masyarakat. Dan itu tidak ada soal secara syar'i," tegasnya.

Dia menyampaikan secara mekanisme birokrasi negara, qurban hewan oleh presiden menggunakan APBN sangat logis. Dia menyamakan pembelian sapi qurban ini dengan program-program bantuan sosial lainnya yang rutin disalurkan oleh pemerintah melalui Banpres.

"Secara teknis sebenarnya kita juga bisa memahami, sebagaimana anggaran negara melalui Banpres diberikan sembako kemudian didistribusikan untuk masyarakat, dan ini tentu tidak ada isu," tuturnya.

Baca juga: Prabowo Salurkan Puluhan Sapi Kurban ke Ponpes-Ormas Keagamaan di Jabar

Niam menekankan bahwa langkah yang diambil pemerintah ini merupakan kebijakan yang kontekstual.
Kehadiran qurban dari presiden di tengah masyarakat diharapkan dapat menguatkan ikatan sosial sekaligus meningkatkan syiar keagamaan.

"Momentumnya adalah momentum Idul Adha. Tentu ini akan menambah semarak syiar Idul Adha. Jadi saya kira secara keagamaan tidak ada isu, dan secara teknis ini sesuatu yang justru kontekstual," kata dia.




(dek/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Prabowo Shalat Idul Adha di Paris, Didampingi Didit dan Teddy
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Pisau Nabi Ibrahim dan Dunia yang Kehilangan Rasa
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Emas Turun di Hari Idul Adha 2026, Antam Sentuh Rp2,9 Juta per Gram
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Prestasi Timnas Indonesia Bikin John Herdman Full Senyum, Thom Haye Juara Hingga Skuad Abroad Kompak Promosi 
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Gelar Aksi Nasional Pencegahan OOT di Kepri untuk Perkuat Perlindungan Remaja dari Penyalahgunaan Obat
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.