JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Luar Negeri RI Sugiono menghadiri open debate Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang digelar atas undangan Presiden DK PBB dari China dan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, Selasa, 26 Mei 2026 waktu setempat.
Dalam kesempatan itu, Sugiono mengatakan forum tersebut menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat peran PBB sekaligus mereformasi sistem multilateralisme agar lebih relevan dengan tantangan global saat ini.
BACA JUGA:Momen Hangat Iduladha di Paris, WNI Haru Salat Bersama Presiden Prabowo di Wisma Indonesia
“Relevansi dari PBB ini harus disesuaikan dengan keadaan zaman yang terjadi karena kita ketahui bersama pada saat didirikan situasinya adalah situasi pasca Perang Dunia Kedua,” ujar Sugiono.
Ia menilai, setelah 80 tahun berdiri, dunia telah mengalami banyak perubahan dengan munculnya berbagai titik konflik baru yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh sistem internasional saat ini.
Padahal, kata dia, tujuan utama pembentukan PBB adalah menciptakan perdamaian antarbangsa.
"Karena tujuan dari lahirnya PBB ini adalah untuk menciptakan perdamaian antar bangsa-bangsa," imbuhnya.
BACA JUGA:7 Cara Makan Daging Kambing agar Tidak Cepat Pusing, Dijamin Perut Kenyang Anti-Kliyengan!
Dalam forum tersebut, lanjut Sugiono, Indonesia juga menegaskan pentingnya reformasi sistem multilateralisme, termasuk reformasi Dewan Keamanan PBB.
Sugiono menyoroti masih minimnya keterwakilan negara-negara Global South dalam pengambilan keputusan di DK PBB.
Menurutnya, banyak kepentingan dan perhatian negara berkembang yang tidak terakomodasi karena mekanisme veto yang kerap digunakan dalam Dewan Keamanan.
“Banyak concern-concern yang kemudian di-veto di Dewan Keamanan yang ini juga perlu mendapatkan representasi yang baik di Dewan Keamanan,” jelasnya.
BACA JUGA:Rano Ingin Sistem Keamanan RT11 Gandaria Utara Diterapkan di Seluruh Jakarta
Sugiono menegaskan, Indonesia bersama sejumlah negara lain tidak ingin PBB kehilangan relevansinya di tengah dinamika global.
Untuk itu, ia menilai PBB harus diperkuat agar mampu menghadapi tantangan-tantangan baru yang terus berkembang.
- 1
- 2
- »





