Jakarta (ANTARA) - Marco Tour & Travel menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi kenaikan biaya perjalanan umrah dan haji di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah, yang berdampak pada industri penerbangan dan perjalanan ibadah.
Direktur Operasional Marco Tour & Travel Syarif Thalib dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, mengatakan kenaikan harga avtur serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyebabkan biaya tiket pesawat, hotel, dan fasilitas penunjang ibadah mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
"Kami terus melakukan upaya agar kenaikan biaya tidak terlalu memberatkan jamaah, tanpa harus menurunkan kualitas pelayanan dan fasilitas,” ujar Syarif.
Menurut dia, perusahaan melakukan penyesuaian dengan menyediakan variasi paket perjalanan yang lebih fleksibel, baik dari sisi durasi maupun fasilitas, sehingga jamaah dapat menyesuaikan biaya sesuai kebutuhan.
Marco Tour & Travel juga tetap menjaga komitmen keberangkatan jamaah di tengah fluktuasi biaya perjalanan internasional yang terus berubah.
Selain melakukan penyesuaian biaya, pihaknya turut meningkatkan transparansi informasi kepada jamaah terkait faktor-faktor yang memengaruhi kenaikan harga paket perjalanan ibadah.
Syarif mengatakan Marco Tour & Travel yang telah berpengalaman lebih dari 22 tahun tetap optimistis menghadapi tantangan industri dengan mempertahankan kualitas pelayanan kepada jamaah.
Pada musim haji tahun ini, kata dia, perusahaan tetap menjalankan sejumlah rangkaian ibadah sunnah haji, seperti tarwiyah dan mabit di Muzdalifah.
Marco Tour & Travel menyediakan fasilitas tenda berpendingin udara di Mina yang berlokasi dekat dengan area Jamarat untuk memudahkan mobilitas jamaah, khususnya lanjut usia (lansia).
"Pelayanan haji bukan hanya soal fasilitas, tetapi bagaimana jamaah dapat menjalankan ibadah sesuai sunnah dengan aman, nyaman, dan lebih tenang," ungkap Syarif.
Dia menambahkan pengalaman panjang perusahaan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas layanan sehingga jamaah mendapatkan pengalaman spiritual yang optimal selama berada di Tanah Suci.
Baca juga: Khatib Wukuf: Oleh-oleh terbaik dari ibadah haji adalah ketakwaan
Baca juga: Garuda catat OTP keberangkatan haji tertinggi dalam 5 tahun terakhir
Baca juga: Timwas DPR dorong optimalisasi pangan RI untuk konsumsi haji dan umrah
Direktur Operasional Marco Tour & Travel Syarif Thalib dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, mengatakan kenaikan harga avtur serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyebabkan biaya tiket pesawat, hotel, dan fasilitas penunjang ibadah mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
"Kami terus melakukan upaya agar kenaikan biaya tidak terlalu memberatkan jamaah, tanpa harus menurunkan kualitas pelayanan dan fasilitas,” ujar Syarif.
Menurut dia, perusahaan melakukan penyesuaian dengan menyediakan variasi paket perjalanan yang lebih fleksibel, baik dari sisi durasi maupun fasilitas, sehingga jamaah dapat menyesuaikan biaya sesuai kebutuhan.
Marco Tour & Travel juga tetap menjaga komitmen keberangkatan jamaah di tengah fluktuasi biaya perjalanan internasional yang terus berubah.
Selain melakukan penyesuaian biaya, pihaknya turut meningkatkan transparansi informasi kepada jamaah terkait faktor-faktor yang memengaruhi kenaikan harga paket perjalanan ibadah.
Syarif mengatakan Marco Tour & Travel yang telah berpengalaman lebih dari 22 tahun tetap optimistis menghadapi tantangan industri dengan mempertahankan kualitas pelayanan kepada jamaah.
Pada musim haji tahun ini, kata dia, perusahaan tetap menjalankan sejumlah rangkaian ibadah sunnah haji, seperti tarwiyah dan mabit di Muzdalifah.
Marco Tour & Travel menyediakan fasilitas tenda berpendingin udara di Mina yang berlokasi dekat dengan area Jamarat untuk memudahkan mobilitas jamaah, khususnya lanjut usia (lansia).
"Pelayanan haji bukan hanya soal fasilitas, tetapi bagaimana jamaah dapat menjalankan ibadah sesuai sunnah dengan aman, nyaman, dan lebih tenang," ungkap Syarif.
Dia menambahkan pengalaman panjang perusahaan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas layanan sehingga jamaah mendapatkan pengalaman spiritual yang optimal selama berada di Tanah Suci.
Baca juga: Khatib Wukuf: Oleh-oleh terbaik dari ibadah haji adalah ketakwaan
Baca juga: Garuda catat OTP keberangkatan haji tertinggi dalam 5 tahun terakhir
Baca juga: Timwas DPR dorong optimalisasi pangan RI untuk konsumsi haji dan umrah





