Din Syamsuddin harap perbedaan politik tak pecah belah umat

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, berharap perbedaan pilihan politik dan organisasi tidak menjadi alasan untuk memecah belah persatuan umat.

"Janganlah umat ini, hanya karena perbedaan organisasi, hanya karena perbedaan paham keagamaan, hanya karena perbedaan aspirasi dan kepentingan politik, kemudian kita terjebak pada perpecahan di antara kita," kata Din Syamsuddin dalam khutbah Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu.

Din mengatakan di Indonesia terdapat begitu banyak organisasi Islam karena itu penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Menurut mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu, konflik internal hanya akan membawa kegagalan bagi umat Islam. Din mengutip pesan Al-Qur'an agar umat tidak saling bertikai, karena hal itu dapat menghilangkan kewibawaan dan kekuatan umat.

"Jangan berkonflik, jangan bertikai, karena kalian akan gagal dan kewibawaan; kehebatan kalian sebagai umat Islam akan hilang," ucapnya.

Baca juga: Jusuf Kalla dan Jimly Asshiddiqie shalat Idul Adha di Al-Azhar Jaksel

Dalam kesempatan itu, Din berbicara tentang status Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Menurutnya, hal itu belum berbanding lurus dengan kualitas di berbagai bidang.

"Umat Islam di Indonesia dewasa ini masih menghadapi masalah besar, yaitu adanya kesenjangan antara kuantitas dan kualitas. Jumlah umat Islam yang besar, tetapi belum disertai dengan kualitas," kata Din.

Dia menyebut umat Islam saat ini masih tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, politik, hingga ekonomi. Posisi umat Islam saat ini bahkan terpinggirkan.

"Namun, jika kita amati secara jujur, dalam kehidupan nasional umat Islam belum berperan, umat Islam belum menentukan, umat Islam bahkan terpinggirkan khususnya dalam bidang ekonomi," katanya.

Baca juga: JK harap Idul Adha jadi momentum dunia bersatu rehabilitasi Gaza

Menanggapi berbagai perbedaan yang sering muncul di tengah masyarakat, Din mengajak umat untuk mengedepankan prinsip yang penuh toleransi. Dia menekankan bahwa dalam menghadapi perbedaan, prinsip persaudaraan harus tetap dijunjung tinggi.

Oleh karena itu, Din mengajak seluruh umat untuk bangkit menampilkan peran kebangsaannya. Dia menekankan bahwa tanggung jawab umat Islam saat ini adalah memajukan dan membebaskan Indonesia dari segala bentuk kemungkaran guna mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa.

"Jika para pahlawan yang terdiri dari para ulama pada masa lampau telah mengorbankan diri untuk menegakkan negara tercinta. Inilah saatnya bagi kita umat Islam juga untuk menampilkan pengorbanan bagi kemajuan bangsa dan negara kita," ujar mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Baca juga: Masjid Agung Al-Azhar bagikan daging kurban ke yayasan dan warga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos ke 42 Daerah Mulai Juni 2026
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa M5,1 di Jember Tidak Berpotensi Tsunami
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Total Hadiah Piala Dunia 2026 Tembus Rp11,66 Triliun
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Profil Timnas Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas yang Tak Lagi Bisa Dipandang Sebelah Mata
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Gajah Tunggal (GJTL) Tebar Dividen Rp278,78 M, Cek Jadwalnya di Sini!
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.