Hari Raya Idul Adha identik dengan aneka olahan daging merah, mulai dari sate hingga gulai. Namun, banyak perempuan membatasi konsumsi daging merah karena khawatir terhadap kolesterol, hipertensi, hingga kenaikan berat badan.
Padahal, menurut dokter spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK atau yang akrab disapa dr. Yaze, daging merah justru mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh perempuan, terutama bagi mereka yang aktif dan berada di usia produktif.
“Daging merah seperti daging sapi dan kambing mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan perempuan, terutama protein, zat besi, vitamin B12, zinc, dan selenium,” ujar dr. Yaze kepada kumparanWOMAN, Rabu (27/5).
Manfaat Kandungan Zat Besi dan Vitamin B12 di Daging Merahdr. Yaze menjelaskan, kandungan zat besi dari sumber hewani ternyata lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati. Ini sangat menguntungkan karena zinc berperan penting untuk membantu mencegah anemia, terutama pada perempuan yang mengalami menstruasi setiap bulan.
Selain itu, vitamin B12 dalam daging merah juga berperan menjaga energi dan daya tahan tubuh. "Pada perempuan usia produktif, asupan vitamin B12 juga penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan tubuh secara keseluruhan,” jelasnya.
Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada 2021. Studi tersebut menyebut perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi dan vitamin B12, terutama pada usia reproduktif, sehingga konsumsi protein hewani dalam jumlah cukup dapat membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien penting tubuh.
Kenapa Perempuan Membutuhkan Protein Hewani?Protein hewani penting dikonsumsi perempuan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat sehari-hari. Menurut dr. Yaze, protein hewani mengandung asam amino esensial lengkap yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga fungsi dan energi tubuh tetap optimal.
Selain itu, protein hewani juga berperan penting dalam menjaga massa otot dan mendukung metabolisme tubuh. "Konsumsi protein yang cukup membantu menjaga massa otot, mendukung metabolisme tubuh, dan membantu rasa kenyang lebih lama," ujarnya.
Benarkah Daging Kambing Bikin Hipertensi?Mitos ini masih sering muncul setiap Idul Adha. Namun menurut dr. Igus, daging kambing tidak otomatis menyebabkan tekanan darah naik.
“Sebenarnya daging kambing tidak secara langsung menyebabkan hipertensi. Yang lebih sering menjadi masalah adalah cara pengolahan dan pola makan secara keseluruhan,” katanya.
Ia mencontohkan konsumsi berlebihan, penggunaan garam dan santan yang terlalu banyak, konsumsi jeroan, serta minim sayur dan air putih justru lebih berpengaruh terhadap kondisi tubuh setelah makan besar. Untuk itu, ia menyarankan masyarakat tetap memperhatikan keseimbangan isi piring selama Hari Raya.
Berapa Porsi Daging yang Disarankan?Menurut dr. Yaze, porsi ideal daging merah dalam sekali makan adalah sekitar satu telapak tangan orang dewasa atau setara 75 sampai 100 gram daging matang. “Dalam sekali makan, porsi daging merah yang disarankan sekitar satu telapak tangan orang dewasa,” ujarnya.
Kalau bentuknya sate, jumlah yang masih tergolong wajar untuk orang dewasa sehat sekitar 5 sampai 6 tusuk ukuran sedang dalam sekali makan. Sementara untuk gulai, ia menyarankan cukup satu mangkuk kecil atau sekitar 75 sampai 100 gram daging matang. Hal ini karena kuah gulai umumnya mengandung santan yang tinggi lemak jenuh.
Cara Makan Daging agar Tubuh Tetap NyamanMenurut dr. Yaze, kunci menikmati makanan Idul Adha sebenarnya bukan terletak pada larangan makan daging, melainkan pengaturan porsi dan cara mengonsumsinya.
Ia menyarankan agar daging merah diolah menggunakan metode yang lebih sehat seperti dipanggang atau direbus, membatasi santan berlebihan, serta mengombinasikan daging dengan sayuran tinggi serat seperti lalapan, tumis sayur, atau salad sederhana.
“Konsumsi secukupnya jauh lebih baik dibanding makan berlebihan sekaligus dalam momen tertentu,” kata dia. Selain itu, penting juga memperbanyak minum air putih dan membatasi minuman manis agar tubuh tidak mudah terasa begah atau haus berlebihan setelah makan.
Apa yang Terjadi Jika Makan Daging Berlebihan?Konsumsi berlebihan dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari perut terasa penuh, begah, hingga gangguan pencernaan. “Pada sebagian orang dengan kondisi tertentu seperti kolesterol tinggi, hipertensi, atau gangguan metabolik, konsumsi berlebihan juga bisa memperburuk kondisi kesehatan apabila tidak diimbangi pola makan yang baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak memilih bagian daging. Sebaiknya pilih potongan yang lebih rendah lemak dan minim bagian putih berlemak. Jeroan pun sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering, terutama bagi orang dengan riwayat kolesterol tinggi atau asam urat.
Tetap Bisa Diet Saat Idul AdhaBagi perempuan yang sedang menjaga berat badan, dr. Yaze menegaskan bahwa menikmati hidangan Idul Adha tetap boleh dilakukan tanpa rasa bersalah. “Healthy lifestyle yang baik bukan berarti harus takut makan atau menghindari semua makanan favorit,” katanya.
Ia menyarankan menerapkan mindful eating, yakni makan secara perlahan dan sadar terhadap rasa lapar maupun kenyang tubuh. Menurutnya, pola hidup sehat seharusnya realistis dan bisa dijalani dalam jangka panjang, bukan dipenuhi rasa takut terhadap makanan.
“Perempuan yang sedang menjaga berat badan tetap boleh menikmati makanan Idul Adha tanpa harus merasa bersalah. Pilih porsi secukupnya, prioritaskan protein dan sayur, serta tetap dengarkan rasa lapar dan kenyang tubuh,” tutupnya.





