Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan memasuki babak baru setelah menjalani musim yang penuh kekecewaan. Gagal lolos ke Liga Champions membuat Rossoneri kini bergerak cepat melakukan perubahan besar di dalam tubuh klub.
Di tengah situasi tersebut, Zlatan Ibrahimovic muncul sebagai sosok paling berpengaruh dalam proses revolusi yang sedang disiapkan Milan. Mantan striker asal Swedia itu kini dipercaya memegang kendali arah baru Rossoneri untuk musim depan.
Laporan Corriere dello Sport menyebut Ibrahimovic menjadi figur utama di balik keputusan besar manajemen dalam beberapa hari terakhir. Ia disebut memiliki peran penting dalam restrukturisasi yang sedang berlangsung di San Siro.
Perubahan itu dimulai setelah Milan resmi memecat Massimiliano Allegri dari kursi pelatih. Tak hanya itu, beberapa figur penting lain di internal klub juga mulai kehilangan posisi mereka dalam proyek baru Rossoneri.
Nama-nama seperti Igli Tare, Giorgio Furlani, hingga Geoffrey Moncada disebut ikut terdampak dalam gelombang perubahan tersebut. Manajemen merasa kegagalan musim ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan pergantian pelatih semata.
Musim Milan memang berakhir jauh dari harapan. Padahal, beberapa pekan sebelum kompetisi selesai, Rossoneri masih berada di jalur aman untuk mengamankan tiket Liga Champions.
Namun, penurunan performa pada fase akhir musim membuat situasi berubah drastis. Milan akhirnya harus rela tersingkir dari empat besar Serie A setelah gagal meraih hasil maksimal di laga-laga penentuan.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Kondisi itu membuat pemilik klub, Gerry Cardinale, mulai menyusun proyek baru untuk mengembalikan Milan ke papan atas Eropa. Dalam proyek tersebut, Ibrahimovic dipercaya menjadi salah satu tokoh sentral yang akan menentukan arah klub.
Meski selama ini jarang tampil di depan publik, pengaruh Ibrahimovic di balik layar ternyata sangat besar. Ia disebut aktif terlibat dalam diskusi internal klub, termasuk dalam urusan ruang ganti dan evaluasi performa tim.
Hubungan Ibrahimovic dengan Massimiliano Allegri bahkan dikabarkan sempat memanas pada akhir musim lalu. Ketegangan itu diyakini ikut memengaruhi situasi internal tim ketika Milan mulai kehilangan konsistensi.



