JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Bustanul Arifin menyatakan siap menerima risiko jika terbukti ada peserta seleksi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Sulsel yang dianulir.
Bustanul menyampaikan hal itu sebagai tanggapan atas beredarnya kabar di media sosial yang menyebut peserta seleksi berinisial C dianulir dan tidak lolos ke tahap seleksi pusat, padahal disebut berada di posisi tiga besar dalam seleksi.
Saat ditanya apakah C memang belum lolos seleksi dan tidak ada pengumuman kelulusan selain yang tidak mencantumkan nama C, dia mengatakan, "Belum (ada pengumuman sebelumnya)."
“Kalau ada yang bisa buktikan bahwa sudah ada pengumuman terus dianulir, kami siap untuk menerima risiko itu. Jadi memang belum,” kata dia dalam dialog Sapa Indonesia Malam KompasTV, Rabu (27/5/2026).
Baca Juga: Wali Kota Makassar Minta Seleksi Calon Paskibraka Lebih Transparan dan Adil
“Pada saat seleksi dimaksud, adik-adik ini diminta untuk melakukan pendalaman oleh tim pusat,” tuturnya lagi.
Saat ditanya dari mana siswi C mendapatkan informasi bahwa dirinya masuk tiga besar dalam seleksi, Bustanul mengaku tidak mengetahui.
“Ya, kami kurang jelas di mana mereka bisa mengambil keputusan itu. Yang jelas yang kami pahami bahwa dilakukan pendalaman oleh tim pusat, meminta 10 orang pertama untuk naik, (siswi C) menganggapnya itu adalah 10 besar,” bebernya.
Tetapi, kata dia, setelah 10 peserta tersebut, masih ada pemanggilan untuk peserta selanjutnya.
“Setelah 10 ini, ada lagi yang dipanggil. Yang dipanggil yang kedua inilah yang dianggap pengganti. Yang dari Jeneponto itu ada di panggilan yang kedua itu.”
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- badan kesbangpol sulsel
- paskibraka
- seleksi paskibraka
- seleksi calon anggota paskibraka
- seleksi paskibraka sulsel
- kesbangpol sulsel





