Sugiono Menteri Luar Negeri RI menegaskan, kunjungan Prabowo Subianto Presiden RI ke Prancis pada pekan ini dilakukan untuk memenuhi undangan Emmanuel Macron Presiden Prancis yang sebelumnya sempat tertunda.
“Kunjungan ini untuk memenuhi undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda,” kata Sugiono dalam pernyataan yang disiarkan Kementerian Luar Negeri, Rabu (27/5/2026).
Menurut Sugiono, undangan tersebut kembali disampaikan Macron saat menerima kunjungan Prabowo di Paris pada April lalu. Dalam pertemuan itu, Macron mengusulkan kunjungan lanjutan pada akhir Mei 2026.
Mengutip Antara, Sugiono mengatakan Macron sebenarnya sempat menawarkan beberapa alternatif waktu kunjungan kenegaraan. Namun, karena undangan telah diajukan dua kali, Prabowo akhirnya memenuhi undangan tersebut meski bertepatan dengan momentum Iduladha.
“Karena sudah diajukan dua kali, Pak Presiden memenuhi undangan ini dan hadir di Paris dalam rangka kunjungan kerja sebagai balasan atas kunjungan Presiden Macron ke Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam konferensi pers pada 22 April 2026, Menlu RI menyampaikan Prabowo akan kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Pada 14 April 2026, Prabowo juga sempat melakukan kunjungan ke Paris dan menggelar pertemuan tertutup dengan Macron. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor.
Salah satu fokus pembahasan adalah kerja sama industri pertahanan, seiring hubungan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia dari Prancis.
Selain sektor pertahanan, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama pendidikan, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Kerja sama itu diarahkan untuk mendukung transfer teknologi dan peningkatan penguasaan teknologi alutsista.
Kunjungan Prabowo ke Prancis kali ini menambah rangkaian agenda diplomasi antara Indonesia dan Prancis dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Prabowo juga menghadiri Parade Militer Hari Nasional Prancis atau Bastille Day pada 14 Juli 2025.
Kemudian pada 23 Januari 2026, Prabowo kembali berkunjung ke Prancis untuk memperkuat hubungan kerja sama strategis kedua negara.(ant/ham/rid)




