Kementerian Haji Minta Jemaah Utamakan Keselamatan Selama Fase Mina

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, meminta seluruh jemaah haji Indonesia mengutamakan keselamatan dan menjaga kondisi kesehatan selama menjalani fase Mina dan pelaksanaan lontar jumrah pada hari tasyrik.

Maria mengatakan, kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan petugas menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran dan keamanan selama proses pergerakan menuju Jamarat.

“Kedisiplinan jemaah ini memang menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pergerakan, keselamatan dan kenyamanan selama fase Mina berlangsung,” kata Maria, dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).

Ia menuturkan, pelaksanaan lontar jumrah pada 11 Zulhijah dibagi dalam dua sesi.

Baca juga: Sambutan di Arafah, Menhaj Ajak Jemaah Haji Indonesia Doakan Para Pemimpin Bangsa

Sesi pertama berlangsung pukul 17.00 hingga 24.00 waktu Arab Saudi dan sesi kedua dilanjutkan pada 12 Zulhijah pukul 00.00 hingga 04.00 waktu Arab Saudi.

Sementara pada 12 Zulhijah, lontar jumrah dijadwalkan pukul 05.00 hingga 10.30 waktu Arab Saudi dan dilanjutkan kembali pukul 18.00 hingga 24.00 waktu Arab Saudi.

Adapun pada 13 Zulhijah, lontar jumrah dijadwalkan pukul 05.00 hingga 12.00 waktu Arab Saudi.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah untuk benar-benar mengikuti jadwal lontar yang telah ditetapkan pada masing-masing kloter,” ujar dia.

Maria juga menegaskan adanya larangan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi untuk melindungi jemaah dari cuaca panas dan kepadatan.

“Secara khusus kami Kementerian Haji dan Umrah kembali menegaskan bahwa jemaah haji Indonesia dilarang melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga pukul 2.00 siang waktu Arab Saudi,” kata dia.

Baca juga: Kementerian Haji Larang Jemaah Indonesia Lontar Jumrah Pada Siang Hari

Menurut Maria, selama rentang waktu larangan lontar jumrah, jemaah diminta tetap berada di dalam tenda untuk menghindari cuaca panas ekstrem dan kepadatan di kawasan Jamarat.

Ia juga meminta jemaah tidak mengikuti ajakan berangkat di luar jadwal maupun memisahkan diri dari rombongan.

“Jangan mengikuti ajakan untuk berangkat di luar jadwal maupun kemudian jangan memisahkan diri dari rombongan serta jangan mengambil jalur yang tidak ditentukan,” kata Maria.

Selain itu, seluruh pergerakan jemaah diminta dilakukan secara berkelompok dengan pendampingan petugas dan mengikuti arahan ketua kloter, ketua rombongan hingga pembimbing ibadah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Seluruh pergerakan harus dilakukan secara berkelompok didampingi petugas, kemudian juga mengikuti arahan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu maupun sektor hingga pembimbing ibadah,” ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paku Keluar dari Lidah, Motor Melayang: Modus Licik Dukun Gadungan di Duren Sawit Jaktim
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Sisa Dua Wakil di Singapura Open Usai Sabar/Reza Out
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Sumut Jadi Tuan Rumah BTN Indonesia Fashion Week 2026, Kahiyang Ayu Dorong Ulos Tembus Panggung Fashion Dunia
• 20 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Nurul Arifin Sebut Keterwakilan Perempuan di Parlemen Buat Kebijakan Lebih Representatif
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Cegah Berontak Kedua Kali, Sapi Kurban Prabowo Diberi Penutup Mata di Al Akbar Surabaya
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.