Gelombang Panas Ekstrem Terjang Eropa Barat, PBB: Tanda Krisis Iklim!

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Bendera PBB di New York, Amerika Serikat. (Getty Images/Nicolas Maeterlinck)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Eropa Barat menjadi pengingat keras bahwa krisis iklim semakin memburuk. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut fenomena tersebut dipicu oleh ketergantungan dunia akan bahan bakar fosil.

Baca: Musim Hujan Paling Ekstrem, Badai & Banjir Hantam Asia Tenggara



Executive Secretary of the United Nations Framework Convention on Climate Change Simon Stiell mengatakan suhu panas yang memecahkan rekor di sejumlah negara Eropa merupakan dampak nyata dari perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

"Ilmu pengetahuan jelas menunjukkan bahwa perubahan iklim yang disebabkan manusia membuat gelombang panas ini lebih sering dan ekstrem," kata Stiell dalam sebuah pernyataan melansir AFP, Rabu (27/5/2026).

Ia juga mencatat kondisi ekstrem yang melanda India, di mana pasukan sedang berjuang melawan kebakaran hutan dan otoritas setempat telah melaporkan kematian akibat serangan panas. Platform pemantauan kualitas udara internasional AQI mencatat 45 kota terpanas di dunia semuanya berada di India pada siang hari Rabu, semuanya di atas 43C.

"Melindungi nyawa manusia, bisnis, dan ekonomi dari panas ekstrem dan banyak biaya lain yang melonjak akibat perubahan iklim adalah urusan inti bagi setiap negara, dan itu dimulai dengan menghentikan ketergantungan pada bahan bakar fosil jauh lebih cepat," kata Stiell.

Perang di Timur Tengah juga telah mengungkap "biaya yang melonjak" dari ketergantungan pada bahan bakar fosil dan kebutuhan untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih, tambahnya.

Otoritas Prancis pada hari Selasa melaporkan setidaknya tujuh kematian yang terkait dengan gelombang panas. Lima di antaranya adalah tenggelam, karena banyak orang mencari perlindungan di tempat-tempat berair.

Otoritas di Inggris mengatakan empat remaja telah tenggelam di Inggris sejak Minggu. Prancis dan Inggris sama-sama mencatat hari terpanas sepanjang masa di bulan Mei pada hari Senin dan kemudian lagi pada hari Selasa.

Irlandia juga melaporkan suhu yang memecahkan rekor untuk bulan Mei, sementara Spanyol, Italia, dan Austria juga mengalami kondisi yang sangat panas untuk waktu ini dalam setahun.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Mendagri Minta Kepala Daerah Beri Insentif Fiskal Untuk EV

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratusan Ton Sampah di Kota Cimahi tak Terangkut ke TPA Sarimukti
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sapi Kurban Pemberian Bupati Kabur Masuk Gedung Pelayanan Satlantas Polres Sumedang
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Anggaran Rp100 M Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN Tak Perlu Dipermasalahkan, DPR: Ini Hal Biasa
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menanti Renovasi Stadion Tridadi, Lapangan Bersejarah PSS Sleman Siap Berubah Wajah
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Gunakan Nopol R1, Pengendara Mobil Ditilang Polisi di Tangerang
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.