Tanggal 10 Dzulhijjah yang bertepatan pada Rabu 27 Mei 2026 di kalender Masehi menjadi momen bagi jemaah haji untuk menunaikan rangkaian Lontar Jumrah Aqabah di Jamarat, kawasan Mina, Arab Saudi.
Kloter 5 Embarkasi Surabaya telah tuntas melaksanakan rangkaian tersebut pada waktu sore waktu setempat setelah berangkat dari Markaz 80 menuju Jamarat dengan berjalan kaki.
Dalam perjalanan, beberapa jemaah haji ditemukan tidak sanggup melanjutkan perjalanan menuju Jamarat dikarenakan kondisi cuaca yang cukup panas dengan suhu yang berkisar pada 39 hingga 40 derajat Celcius.
“Kami menemukan banyak jemaah yang kondisi secara fisiknya tidak memungkinkan untuk melaksanakan lontar.
“Tetapi, yang bersangkutan ternyata tetap berangkat. Meskipun bersama dengan rombongan yang lain,” kata M. Afief Mundzir Direktur Bina Jemaah Haji Reguler pada Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada suarasurabaya.net.
Jemaah haji berjalan menuju Jamarat, kompleks bangunan di Mina, Arab Saudi, yang menjadi lokasi ritual melempar batu (jumrah), Rabu (27/5/2026). Foto: Widya Safitri suarasurabaya.net
Dia melanjutkan, apabila pada hari berikutnya terdapat jemaah haji yang secara fisik atau usia sudah tidak memungkinkan untuk melaksanakan perjalanan menuju Jamarat, dapat dibatalkan perjalanannya guna meminimalisir kondisi kelelahan pada jemaah yang bisa berakibat pada persoalan yang lebih serius.
Jadwal Lempar Jumrah Aqabah untuk jemaah haji asal Indonesia yang telah ditentukan oleh Syarikah, yakni mulai pukul 10.00 pagi waktu Arab Saudi. Namun, jadwal tersebut mengalami kemunduran hingga pukul 14.30 siang waktu Arab Saudi.
Sebelumnya ada kabar yang beredar di grup koordinasi PPIH Arab Saudi bahwa sejumlah jemaah haji Indonesia tersesat di Jamarat.
Para jemaah tersebut merupakan jemaah yang melakukan lontar jumrah pada pukul 12.00 malam hingga 04.00 pagi waktu Arab Saudi, yang sebenarnya dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk melakukan lontar jumrah karena area Jamarat dipadati oleh jemaah haji dari negara lain.
Petugas mengantisipasi adanya jemaah haji yang bersikeras pergi, dengan menutup akses rute dari tenda jemaah haji Indonesia di Mina menuju Jamarat sebelum pukul 14.30 waktu Arab Saudi.
Jemaah yang mencoba untuk berangkat lebih awal dari jadwal terpaksa harus putar balik ke tenda.(vve/ham/rid)




