Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) membidik pemangkasan jumlah anak usaha dari 67 menjadi 19 entitas hingga akhir 2026 demi mempercepat transformasi menuju strategic holding digital nasional.
Perkembangan peta jalan restrukturisasi dibahas dalam pertemuan antara Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, di Wisma Danantara, awal pekan ini.
Untuk mengejar target, manajemen Telkom kini tengah mengeksekusi sejumlah aksi korporasi. Skema perampingan dilakukan melalui kombinasi langkah merger, divestasi aset, likuidasi perusahaan yang tidak produktif, konsolidasi lini bisnis sejenis, hingga pembentukan enterprise holding baru.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan langkah efisiensi portofolio yang diambil Telkom Group merupakan instrumen penting untuk merespons dinamika industri digital global yang bergerak sangat dinamis.
“Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional,” ujar Dony dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (27/5/2026).
Selain memangkas jumlah entitas anak, agenda transformasi di bawah pengawasan BP BUMN dan Danantara juga berfokus pada akselerasi sejumlah program prioritas di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional.
Beberapa proyek strategis yang masuk dalam daftar konsolidasi tersebut meliputi penggabungan jaringan serat optik lintas BUMN (FiberCo BUMN), ekspansi pusat data (Data Center), optimalisasi menara telekomunikasi (TowerCo), serta penguatan perusahaan infrastruktur (InfraCo).
Paralel dengan aksi tersebut, Telkom juga melakukan penataan ulang lisensi operasional di internal grup agar operasional bisnis menjadi lebih adaptif.





