Minim Petunjuk dan CCTV, Polisi Masih Buru Pelaku Tabrak Lari Wanita di BSD Tangerang

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Seorang perempuan bernama Syola Syera Sebayang (33) mengalami luka serius setelah menjadi korban kecelakaan tabrak lari di kawasan BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan, Danny Trisespianto Arief Sutarman, mengatakan korban telah membuat laporan polisi dan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

“Untuk kronologi itu sampai saat ini masih kita dalami karena tabrak lari. Di sekitar sana juga enggak ada CCTV, kami sudah cek,” ujar Danny saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/5/2026) malam.

Baca juga: Lalin Jakarta Rabu Sore: Simpang BSD Lancar, Beberapa Tol Dalam Kota Padat

Menurut Danny, polisi juga telah memeriksa kamera Area Traffic Control System (ATCS) di sekitar lokasi kejadian.

Namun, petugas belum menemukan petunjuk yang mengarah jelas pada kendaraan pelaku.

“Pada saat tabrak lari itu enggak ada cat yang nempel. Jadi kita menduganya dua, antara warnanya hitam atau memang pada saat perkenaan kena ban sehingga terlihat hitam nyaru dengan warna motor,” katanya.

Ia menjelaskan, dari rekaman CCTV dengan kualitas terbatas, polisi belum menemukan tanda benturan pada kendaraan yang dicurigai.

Baca juga: Gugat Pemkot Tangsel dan BSD soal Sampah, Warga Rawa Buntu: Bukan Anti Pembangunan

Danny memastikan tidak ada indikasi balap liar dalam kejadian tersebut. Sebab, kawasan itu memiliki pengamanan khusus pada malam hari.

“Balap liar enggak. Karena di sana itu kalau malam, security kawasan naruh water barrier zigzag,” ujar dia.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula saat korban pulang kerja menggunakan sepeda motor dari arah lampu lalu lintas kawasan Matera Residences, Gading Serpong, menuju QBIG BSD City melalui Jalan BSD Raya.

Saat tiba di kawasan Ruko Northrich, korban diduga hendak putar balik sebelum terjadi benturan.

Baca juga: Digugat Warga Rawabuntu 21,6 Miliar, BSD City Angkat Bicara soal Krisis Sampah Cipeucang

“Setibanya di Ruko Northrich, korban ini mau putar balik. Saat mau putar balik itu ada benturan,” kata Danny.

Akibat kejadian itu, korban mengalami dislokasi dan fraktur pada bagian kaki serta direncanakan menjalani operasi.

“Dari hasil laporan unit yang menangani, dia dislokasi, ada fraktur di kaki,” tutur dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Danny menambahkan, pihak kepolisian juga telah membantu korban dalam pengurusan administrasi untuk klaim Jasa Raharja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketergantungan Ekspor ke AS Dinilai Jadi Risiko Industri di Rebana
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Mendiktisaintek Respons Sindikat Peneliti Palsu: Setahun Lebih 100 Kali Keluar Negeri
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kebakaran Hebat Pabrik Ban Bekas di Mojokerto, Asap Hitam Membubung Tinggi
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
DPR Dorong Sanksi Tegas untuk WNI yang Diduga Palsukan Riset di Forum Internasional
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gus Ipul Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Tabayun dan Saring Informasi di Era Digital
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.