Pantau - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis dilakukan untuk memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sebelumnya sempat tertunda.
Sugiono mengatakan undangan tersebut kembali disampaikan Macron saat menerima kunjungan Prabowo di Paris pada April 2026.
“Undangan itu sudah dua kali disampaikan Presiden Macron,” ungkap Sugiono dalam keterangannya.
Sugiono menjelaskan Macron mengusulkan kunjungan lanjutan dilakukan pada akhir Mei 2026 dan Presiden Prabowo kemudian memenuhi undangan tersebut dalam bentuk kunjungan kerja ke Paris.
Ia mengungkapkan Macron juga sempat mengajukan beberapa opsi tanggal untuk kunjungan kenegaraan tersebut.
Menurut Sugiono, Presiden Prabowo akhirnya memenuhi undangan itu sebagai balasan atas kunjungan Presiden Macron ke Indonesia.
Dalam jumpa pers pada 22 April 2026, Sugiono sebelumnya juga telah menyampaikan rencana Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan kembali ke Prancis guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Pertemuan Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama StrategisPresiden Prabowo sebelumnya berkunjung ke Paris pada 14 April 2026 dan bertemu Emmanuel Macron dalam pertemuan tertutup di Istana Elysee.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral dan peningkatan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Salah satu fokus pembahasan adalah kerja sama industri pertahanan mengingat Indonesia membeli alat utama sistem senjata dari Prancis.
Selain sektor pertahanan, Indonesia dan Prancis juga membahas penguatan kerja sama pendidikan terutama di bidang STEM yang mencakup sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Kerja sama pendidikan tersebut diarahkan untuk mendukung transfer teknologi dan peningkatan penguasaan teknologi atas alutsista yang dimiliki Indonesia.
Prabowo Sudah Beberapa Kali Kunjungi PrancisSebelum kunjungan April dan Mei 2026, Presiden Prabowo tercatat telah dua kali berkunjung ke Prancis.
Kunjungan pertama dilakukan pada 14 Juli 2025 untuk menghadiri Parade Militer Hari Nasional Prancis atau Bastille Day.
Kunjungan berikutnya berlangsung pada 23 Januari 2026 untuk memperkuat hubungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis.




