jpnn.com, JAKARTA - Bantuan 1.098 ekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuai berbagai tanggapan di tengah masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo menilai isu yang berkembang harus dilihat secara objektif dan tidak dipelintir menjadi serangan politik terhadap Presiden.
BACA JUGA: Terima Bantuan Sapi Presiden, PB IKA PMII Salurkan 5.000 Paket Daging
Menurut Anshar, bantuan sapi kurban tersebut merupakan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres) yang memang memiliki dasar hukum dalam sistem keuangan negara.
"Ini jangan digiring seolah-olah Presiden memakai uang negara untuk kepentingan pribadi. Bantuan sapi kurban ini bagian dari program kemasyarakatan negara yang memang dianggarkan resmi melalui APBN,” ujar Anshar Ilo, Rabu (27/5/2026).
BACA JUGA: Sahroni Berkurban 38 Sapi untuk Puluhan Ribu Warga di Momen Iduladha
Dia mengatakan berbagai pihak harus memahami perbedaan antara bantuan negara melalui mekanisme resmi dengan pencitraan pribadi.
Menurutnya, program bantuan sosial dan kemasyarakatan dari Presiden sudah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya.
BACA JUGA: Gereja Santa Theresia Serahkan Hewan Kurban, Romo Benny: Semangat Menghargai Keberagaman Tetap Dijaga
"Di era Presiden sebelumnya juga ada bantuan sapi kurban melalui negara. Jadi, jangan seolah-olah baru sekarang dipersoalkan. Kalau dahulu dianggap wajar, maka hari ini juga harus objektif melihatnya,” tegas mantan Waketum DPP KNPI ini.
Anshar menilai bantuan 1.098 ekor sapi kurban tersebut justru memiliki dampak ekonomi yang besar bagi peternak lokal di daerah karena pemerintah membeli sapi dari berbagai wilayah di Indonesia.
"Ini bukan hanya soal kurban, tetapi juga menggerakkan ekonomi peternak rakyat. Ada perputaran ekonomi di desa, ada peternak yang terbantu, ada masyarakat kecil yang menerima manfaat daging kurban,” kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.
Sebelumnya, pihak Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyampaikan bantuan sapi kurban Presiden Prabowo bersumber dari APBN melalui pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden dengan total anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk 1.098 ekor sapi yang disalurkan ke seluruh Indonesia.
Anshar Ilo meminta publik tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menurutnya sengaja dibangun untuk mendiskreditkan Presiden di momentum Iduladha.
"Kalau ada kritik silakan, tetapi jangan memecah masyarakat dengan narasi seolah Presiden melanggar aturan. Semua ada mekanismenya dan menggunakan sistem resmi negara,” ujar Anshar Ilo.(fri/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




