jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menyebut penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk program bantuan kurban Presiden Prabowo Subianto merupakan hal lazim.
"Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," kata Sugiat di Jakarta, Rabu (27/5).
BACA JUGA: SIG Salurkan 292 Hewan Kurban di 19 Provinsi Sekitar Area Operasional
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan bantuan dari presiden bukan hanya berupa hewan kurban. Menurut Sugiat, skema bantuan dari kepala negara juga digunakan untuk mendukung berbagai sektor lain yang menyentuh kepentingan publik.
"Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi, jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru," kata dia.
BACA JUGA: Sambut Iduladha, NHM Distribusikan 66 Hewan Kurban di Wilayah Lingkar Tambang
Sugiat pun mengharapkan hewan kurban bantuan Presiden Prabowo bisa dilihat dari nilai kebermanfaatan bagi masyarakat ketimbang dipolitisasi.
"Ya, dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat yang terbantu khususnya di momen Iduladha ini," ujar legislator Dapil III Sumatra Utara (Sumut) itu.
BACA JUGA: Ria Ricis Sayang sama Hewan Kurbannya yang Bernama Macan
Oleh karena itu, Sugiat menepis anggapan tentang kebijakan penggunaan dana Rp 100 miliar dari APBN untuk pembelian hewan kurban baru terjadi di era pemerintahan Prabowo.
Dia mengatakan program bantuan kurban presiden telah berlangsung sejak era pemerintahan sebelumnya.
"Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo," katanya.(ast/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




