Ini Sosok Dua Peneliti Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Forum Ilmuwan Dunia

wartaekonomi.co.id
19 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nama Prihantini dan Rifaldy Fajar mendadak menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan dugaan pemalsuan riset akal imitasi (AI) dalam konferensi internasional di Denmark.

Keduanya ramai dibicarakan di media sosial setelah muncul tudingan mengenai manipulasi riset untuk memperoleh travel grant ke luar negeri.

Baca Juga: Tetap Tanding, Timnas Iran Dipaksa Bulak-balik Meksiko-Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Pihak Universitas Negeri Yogyakarta mengonfirmasi bahwa nama Prihantini dan Rifaldy Fajar memang tercatat dalam database alumni kampus.

Namun, Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto menegaskan pihak kampus belum dapat memastikan apakah identitas yang viral di media sosial benar merupakan alumni mereka.

“Dua nama itu memang ada di database kami, tapi kami enggak tahu namanya itu sama atau tidak,” kata Nur.

Kasus ini menjadi perhatian karena minimnya kepastian identitas para pihak yang dituding, meski nama mereka sudah terlanjur viral di media sosial.

Nur mengatakan pihak kampus telah mencoba menghubungi keduanya untuk meminta klarifikasi. Namun, hanya Prihantini yang berhasil dihubungi, sementara nomor Rifaldy Fajar disebut belum tersambung.

Menurut Nur, Prihantini menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang menyeret nama kampus. Ia juga menyebut terdapat miskonsepsi yang berkembang cepat di media sosial tanpa konfirmasi langsung kepada dirinya.

Saat ini, Prihantini dikabarkan tengah menyiapkan klarifikasi resmi terkait tudingan yang beredar.

Kasus ini sendiri masih terus ditelusuri internal kampus karena hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak universitas.

Sebelumnya, dugaan pemalsuan riset berbasis kecerdasan buatan atau AI yang menyeret sejumlah warga negara Indonesia menjadi perhatian publik internasional setelah disebut terbongkar dalam konferensi ilmiah di Denmark.

Kasus itu ramai diperbincangkan usai akun media sosial @mandharabrasika mengungkap dugaan manipulasi riset yang dilakukan secara terorganisir dalam konferensi internasional bidang pneumonia di Kopenhagen.

“Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir di depan ribuan ilmuwan dunia,” tulis akun tersebut.

Kasus ini bukan hanya soal dugaan fabrikasi data ilmiah, tetapi juga tudingan adanya pergantian identitas saat presentasi berlangsung.

Dalam unggahan tersebut, salah seorang peserta disebut diduga mengganti nama, jilbab, hingga nametag ketika tampil di forum ilmiah.

Baca Juga: Tak Masuk Diakal Rupiah Bisa Tembus Rp17.800/Dolar AS Saat Ekonomi Indonesia Bagus, Ini Kata Purbaya

Tak hanya itu, riset yang dipresentasikan juga dituding menggunakan data buatan AI, termasuk gambar dan tulisan penelitian yang disebut tidak valid.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dana Sapi Kurban Presiden dari APBN, MUI: Tidak Ada Soal
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Film "Disclosure Day" garapan Steven Spielberg menuai pujian
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Bukan di Pulau Jawa, Ini Provinsi yang Masyarakatnya Paling Gemar Membaca
• 9 jam laludetik.com
thumb
Profit Defend ID Terbang Sampai Rp913 Miliar
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Jamaah Haji Indonesia Diingatkan Tak Lontar Jumrah di Luar Jadwal
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.