Wisata Mangrove Jadi Cara Baru Gen Z Isi Akhir Pekan

herstory.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Wisata mangrove kini mulai dilirik anak muda sebagai cara baru untuk healing sambil belajar, Beauty. Tidak sekadar menikmati suasana alam, generasi muda juga diajak lebih dekat dengan isu lingkungan melalui pengalaman langsung di ekosistem pesisir.

Hal itu terlihat dalam aksi edukasi lapangan yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama The International Climate Initiative (IKI) Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara, Sabtu. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026 menuju CBD COP17 Armenia.

Sebanyak 120 siswa dan guru pendamping dari sejumlah SMA dan SMK di Jakarta ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari SMAN 8, SMAN 78, SMAN 34, Yadika 2, SMA 112, hingga SMA Islam Islamic Village.

Beauty, Taman Wisata Alam Angke Kapuk dipilih karena menjadi salah satu ekosistem mangrove urban penting di Jakarta. Di lokasi ini, para peserta diajak mengenal berbagai jenis flora dan fauna pesisir, memahami fungsi mangrove, hingga melihat langsung bagaimana tanaman tersebut beradaptasi menghadapi perubahan iklim dan abrasi.

Konsep belajar langsung di alam terbuka ini membuat kegiatan terasa lebih santai sekaligus interaktif. Tidak sedikit peserta yang mengaku baru memahami manfaat mangrove setelah melihat langsung kondisi di lapangan.

Lead Communication Unit for Resilient Nature Cooperation Area GIZ Indonesia, Gandabhaskara Saputra mengatakan kegiatan ini dirancang agar generasi muda memiliki pengalaman nyata dalam memahami pentingnya keanekaragaman hayati.

“Kegiatan di TWA Angke Kapuk ini merupakan penutup dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional hasil kerja sama GIZ dan Kementerian Lingkungan Hidup dengan memberikan pengalaman dan edukasi pentingnya keanekaragaman hayati bagi generasi muda langsung di lapangan sebagai frontliners menjaga keberlanjutan lingkungan hidup,” ujar Gandabhaskara.

Melalui pendekatan edukasi interaktif tersebut, peserta juga diajak memahami bahwa mangrove bukan hanya tanaman di pinggir laut, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan.

Vincent Suhardo, siswa dari SMK Yadika 2, mengaku kegiatan ini memberinya banyak pengetahuan baru tentang ekosistem mangrove.

“Saya jadi bisa paham soal mangrove, yang sebelumnya saya tidak tahu. Awalnya saya hanya tahu mangrove itu tumbuh di pinggir laut. Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa mangrove bisa mencegah abrasi, menghadapi perubahan cuaca, dan mampu hidup di tanah berlumpur. Saya juga jadi kenal jenis-jenis mangrove sekaligus bisa bertemu dengan teman-teman baru,” ujar Vincent.

Hal serupa disampaikan Dhistie Aderusla dari SMA 112 Jakarta. Menurutnya, pengalaman belajar langsung di alam membuat dirinya lebih peduli terhadap lingkungan.

“Dari awal acara kami sudah diajarkan pengetahuan soal biota mangrove. Kami jadi tahu jenis-jenis mangrove, seperti bakau hitam dan jenis lainnya. Pengalaman langsung seperti ini membuat saya menjadi semakin lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Dhistie.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045 yang menempatkan generasi muda sebagai pelopor konservasi dan aksi iklim di masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Bisa Asal Berani, Teknik dan Pengalaman Kunci Penting Saat Sembelih Hewan Kurban
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Tertahan di Level Rp50, MSCI Bakal Bekukan Saham GOTO
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Ini Jadwal Rekayasa Lalu Lintas ke Puncak Bogor Saat Long Weekend Idul Adha
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rupiah Tergelincir ke Rp17.857 di Tengah Tekanan Global dan Polemik Ekspor 
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Perubahan Iklim Melemahkan Fungsi Danau Memurnikan Air
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.