Jutaan jamaah haji dari seluruh dunia yang memutihkan kota Mina. Mereka membawa kerikil kecil untuk melakukan ritual lempar jumrah. Lempar jumrah menjadi salah satu puncak perjalanan spiritual ibadah haji di Tanah Suci.
Pemirsa satu per satu kerikil dilemparkan sebanyak tujuh kali ke Jamarat Al-Aqabah Al-Kubra, tugu terbesar yang melambangkan godaan setan. Tujuh lemparan itu bukan sekadar gerakan simbolis, melainkan penegasan tentang perlawanan manusia terhadap hawa nafsu, keraguan dan godaan dalam kehidupan.
Baca juga: Wukuf di Arafah Jadi Puncak Ibadah Haji, Jemaah Larut dalam Doa dan Munajat
Ritual ini merefleksikan kisah Nabi Ibrahim yang tetap teguh menjalani perintah Tuhan meski digoda setan untuk mengurungkan niatnya.
Usai melemparkan jumrah para jamaah kemudian mencukur dan memendekkan rambut mereka. Dalam kesederhanaan ritual tersebut tersimpan makna mendalam tentang penyucian diri, kerendahan hati dan harapan untuk kembali sebagai pribadi yang lebih bersih secara spiritual.




