Malaysia Kenakan Bea Impor Emas 10 Persen, Pengiriman Mulai Tertahan

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Malaysia mulai mengenakan bea impor sebesar 10 persen terhadap sejumlah pengiriman emas batangan. Kebijakan tersebut disebut memicu gangguan pada perdagangan logam mulia di negara tersebut.

Mengutip Bloomberg, Kamis (28/5), berdasarkan informasi dari sejumlah pelaku pasar yang mengetahui kebijakan itu, sejumlah kargo emas yang masuk ke Malaysia sudah dikenakan tarif impor sejak awal Mei. Namun, para trader dan dealer yang mengetahui kebijakan tersebut enggan disebutkan identitasnya karena tidak memiliki kewenangan berbicara kepada media.

Pengenaan tarif tambahan itu membuat sebagian pengiriman emas tertahan di bea cukai. Tak sedikit pula pengiriman yang akhirnya dialihkan ke negara lain.

Sumber pasar menyebut tambahan biaya tersebut belum diimbangi kenaikan harga emas di pasar domestik dalam skala yang setara. Kondisi itu membuat aktivitas impor emas menjadi kurang menarik secara bisnis.

Dampaknya juga mulai dirasakan oleh pelaku industri keuangan. Bank Muamalat Malaysia Bhd., bank syariah yang menyediakan produk investasi emas, menyatakan tambahan biaya akan diteruskan kepada konsumen apabila bea impor emas batangan tersebut tetap diterapkan.

Di sisi lain, pihak otoritas memberi sinyal akan berdiskusi dengan industri terkait kebijakan ini. Juru bicara Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia mengatakan Kementerian Keuangan akan “berkomunikasi dengan pelaku industri” terkait impor “produk emas cetakan” (minted gold products).

Sementara itu, Malaysia Gold Association maupun perwakilan lokal World Gold Council memilih tidak memberikan tanggapan.

Kebijakan ini muncul ketika harga emas global sempat menembus rekor tertinggi pada awal tahun. Lonjakan harga tersebut mendorong minat investasi terhadap aset safe haven itu, termasuk di Asia.

Di Malaysia, tren investasi emas juga terus berkembang. Sejumlah bank lokal meluncurkan produk investasi berbasis emas dalam setahun terakhir. Selain itu, perusahaan logistik logam mulia Loomis AB juga membuka fasilitas penyimpanan emas di dekat Kuala Lumpur untuk mengakomodasi meningkatnya permintaan.

Berdasarkan data Departemen Statistik Malaysia, impor emas non-moneter negara tersebut mencapai sekitar 9,7 miliar ringgit atau setara USD 2,5 miliar hingga April tahun ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Di Balik Rencana Blusukan Jokowi, Efek Politik untuk PSI dan Gibran Pemilu 2029? | SATU MEJA
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Profil dan Riwayat Pendidikan Rini Winarti Diduga Terlibat Riset Palsu, Alumnus UNY Peraih Medali Emas
• 1 jam laludisway.id
thumb
Rupiah Anjlok ke Rp 17.854 Saat Lembaga Pemeringkat Internasional Soroti Kontroversi Pembentukan DSI
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Rupiah Nyaris Sentuh Rp17.900 per Dolar AS, Ini Respons Pengamat
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Pria Palembang Tewas Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.