JAKARTA, DISWAY.ID - Profil dan riwayat pendidikan Rini Winarti, salah satu terduga sosok yang terlibat riset palsu di Denmark menjadi informasi yang paling banyak dicari.
Rini Winarti merupakan alumnus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang terseret dugaan riset palsu di konferensi dunia International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISSPD) di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei 2026.
Dikutip dari laman resmi Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan UNY, Rini Winarti tercatat sebagai mahasiswa program studi Pendidikan Biologi UNY pada tahun 2014.
Tidak banyak informasi mengenai sosok Rini.
Semasa kuliah, Rini dikenal aktif menorehkan prestasi. Terbukti dari keberhasilannya meraih medali emas dalam ajang The Egyptian International Invention and Innovation Exhibition (EGYPTINVENT) 2016 di Kairo, Mesir yang berlangsung pada 8-10 Maret di el Gezirah Youth Center.
BACA JUGA:Riwayat Pendidikan Prihantini, Alumnus LPDP di ITB Terseret Dugaan Riset Palsu, Bagaimana Nasibnya?
Ia tergabung dalam satu unit tim dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian UNY.
Acara ini digelar oleh Association of Egyptian Inventors Syndicate (EIS) yang bekerja sama dengan World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA), Ministry of State for Youth Affairs of Egypt, Egyptian Society for Woman and Youth Inventors (AAEWI) dan Beni Suef University.
UNY Selidiki Dugaan Keterlibatan Rini WinartiWakil Rektor UNY bidang Akademik Prof Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, MPd, PhD tengah menelisik dugaan keterlibatan Rini Winarti.
Nama Rini terdapat dama database alumni UNY. Namun, pihaknya masih menelisik kebenarannya.
BACA JUGA:Akademisi Denmark Angkat Bicara Dugaan Riset Palsu Rifaldy Fajar dan Prihantini, Ada Regulasi Penggunaan AI
Respons Mendikti Soal Dugaan Pemalsuan RisetDugaan hasil riset palsu yang dilakukan 3 WNI diungkap oleh akun Threads @mandharabrasika.
"Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terogranisir di depan ribuan ilmuwan dunia" tulis keterangan akun Thread @mandharabrasika.
Akun tersebut juga mengungkap bahwa hasil riset tersebut dipaparkan dalam konferensi ilmiah bergengsi untuk para ahli Pneumonia yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark.
Bahkan, dugaan pemalsuan riset tersebut dilakukan dihadapan ribuan ilmuan dunia.
- 1
- 2
- »





