REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Israel kembali membombardir Jalur Gaza bertepatan dengan hari pertama Idul Adha di wilayah tersebut. Jumlah warga Palestina yang syahid dalam serangan Israel semalam di lingkungan Al-Rimal di barat Kota Gaza mencapai tujuh orang.
Serangan itu terjadi hanya beberapa jam sebelum shalat Idul Adha ketika pemboman Israel terus berlanjut di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di pusat Kota Gaza menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 15 lainnya. Jumlah korban jiwa sebanyak tujuh orang, dan sedikitnya 15 lainnya terluka, sumber medis di Rumah Sakit al-Shifa di kota tersebut dikutip oleh kantor berita WAFA.
Laporan itu mengatakan sebuah pesawat perang Israel menembakkan dua rudal ke sebuah rumah di sekitar Menara al-Israa di Jalan Omar Al-Mukhtar dekat taman kota di pusat kota.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Serangan sebelumnya menargetkan Kota Gaza bagian barat dan Khan Yunis bagian timur. Pesawat tempur Israel menyerang sebuah apartemen perumahan di sebelah barat Kota Gaza, sementara tembakan artileri menghantam Khan Yunis di timur. Lebih dari sepuluh warga Palestina dilaporkan terluka.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan rumah sakit menerima enam orang tewas dan tiga puluh empat orang terluka dalam dua puluh empat jam sebelumnya. Pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa para korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan yang tidak dapat diakses oleh tim penyelamat karena serangan yang terus berlanjut dan kondisi lapangan yang memburuk.
Pengungsi Palestina melaksanakan sholat Idul Adha di samping reruntuhan Masjid Al-Huda di Khan Younis, Jalur Gaza, Rabu (27/5/2026). - (EPA/HAITHAM IMAD)
Gambar dari Rumah Sakit Al-Shifa menunjukkan mayat dan warga sipil yang terluka datang setelah serangan tersebut, termasuk anak-anak. Bagi banyak warga Palestina di Gaza, Idul Fitri semakin dikaitkan dengan kehilangan dibandingkan perayaan.
Selama tiga tahun berturut-turut, warga Palestina di Gaza tidak dapat menunaikan ibadah haji. Ritual kurban yang secara tradisional dikaitkan dengan Idul Adha juga sebagian besar telah hilang karena kondisi pengepungan yang terus berlanjut, kehancuran, dan kekurangan pasokan yang parah.
Shalat Ied tahun ini kembali dilakukan di reruntuhan masjid yang hancur dan di ruang terbuka di tengah kehancuran yang meluas. Genosida Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 172.000 orang sejak Oktober 2023, sementara sekitar sembilan puluh persen infrastruktur sipil mengalami kerusakan atau kehancuran.