JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso mengatakan bahwa bantuan hewan kurban atas nama presiden dan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan hal yang baru.
Menurut Sugiat, tidak ada yang salah dengan hal itu karena penggunaan APBN diperuntukkan bagi kegiatan sosial kemasyarakatan.
Demikian Sugiat Santoso merespons polemik tentang bantuan hewan kurban atas nama Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (27/5/2026).
“Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat,” kata Sugiat.
Baca Juga: JK Berharap Iduladha Jadi Momentum Dunia Bersatu untuk Merehabilitasi yang Terjadi di Gaza
Di samping itu, kata Sugiat, program bantuan kurban Presiden telah berlangsung sejak era pemerintahan sebelumnya, bukan hanya di era Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan, anggaran bantuan Presiden juga digunakan untuk mendukung berbagai sektor lain yang menyentuh kepentingan publik.
“Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi, jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru,” kata Sugiat.
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Seluruh sapi yang disumbangkan Presiden Prabowo berasal dari peternak lokal dan terdiri atas sapi premium dengan bobot di atas 800 kilogram hingga 1,3 ton.
Baca Juga: Mensos Yakin Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Bawa Manfaat untuk Indonesia
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- presiden prabowo subianto
- hewan kurban presiden
- bantuan kurban presiden
- prabowo pakai dana apbn
- prabowo kurban pakai apbn





