Seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana di sebuah rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah I, Kecamatan Tallo, Rabu (27/5) subuh.
Korban ditemukan terlentang tidak bernyawa di dalam toilet rumah kosong yang sudah lama tidak ditempati. Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan warga kepada polisi sekitar pukul 05.00 WITA.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dicari oleh keluarganya karena tidak kunjung pulang hingga malam hari. Ayah korban, Syarifuddin (54), mengaku mulai khawatir ketika anaknya belum kembali sampai pukul 22.00 WITA.
“Saya pulang dari ngojek, saya suruh mamanya sama kakaknya untuk cari, karena sudah jam 10 belum pulang. Mamanya juga baru pulang kerja,” kata Syarifuddin.
Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah, namun korban tidak ditemukan. Hingga akhirnya pada waktu subuh, keluarga mendapat kabar bahwa korban ditemukan meninggal dunia di rumah kosong.
“Subuh saat mengaji masjid, salat Subuh, baru ada kabar ditemukan mayat di rumah kosong. Anak muda yang temukan,” ujarnya.
Menurut ayah korban, terdapat sejumlah luka di tubuh anaknya saat ditemukan.
“Ada lukanya diiris di tangannya, mungkin untuk menghilangkan jejak. Sengaja dibunuh. Ditemukan telanjang juga,” katanya.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani visum dan autopsi.
Dalam pengembangan kasus, polisi menangkap pelaku bernama Ikmal (19), yang ternyata merupakan tetangga korban. Pelaku ditangkap di rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan jasad.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan pelaku telah mengakui perbuatannya. Polisi juga menyebut pelaku telah lama memperhatikan korban sebelum menjalankan aksinya.
“Pelaku ini memang sudah memperhatikan korban sejak lama. Dia telah menyiapkan atau mempelajari situasi. Saat ada kesempatan, situ pelaku beraksi,” ujar Arya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, peristiwa itu bermula saat Ikmal keluar rumah untuk menyewa handphone. Di perjalanan, ia bertemu korban dan memberikan uang untuk membeli cemilan serta air mineral. Setelah itu, korban dibawa ke rumah kosong.
Di lokasi tersebut, pelaku disebut melakukan pemerkosaan terhadap korban. Saat korban berteriak, pelaku membekap mulutnya lalu menganiaya korban hingga tidak sadarkan diri.
Baca Juga: Kasus Korupsi Jalur Kereta Meluas, KPK Panggil 5 Mentan dan Kepala Balai Aktif di Kemenhub
“Pergelangan tangan korban juga ditusuk dan diiris pakai paku hingga pingsan. Saat pingsan itu, korban diperkosa,” kata Arya.
Setelah melakukan aksinya, pelaku meninggalkan korban di lokasi dalam kondisi tanpa busana. Tubuh korban ditutupi menggunakan plastik dan televisi bekas.
Saat ini pelaku ditahan di Rutan Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.





