Amerika Gak Puas Soal Negosiasi Iran, Opsi ‘Selesaikan’ Konflik di Atas Meja

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai menunjukkan nada frustrasi terhadap proses negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Meski mengakui Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan, Trump menegaskan dirinya belum puas dengan rincian proposal yang sedang dibahas kedua pihak.

Baca Juga: Amerika Kembali Lakukan 'Serangan Kejutan' ke Iran, Klaim Hanya Langkah Defensif

“Sampai sekarang mereka belum sampai ke titik itu dan kami belum puas,” kata Trump saat rapat kabinet di Gedung Putih, dikutip Kamis (28/5).

Trump bahkan kembali melontarkan ancaman keras bahwa Washington siap melanjutkan operasi militer apabila negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan final.

“Entah kami puas, atau kami harus menyelesaikan pekerjaan itu,” ujarnya.

Pernyataan Trump menunjukkan Washington sebenarnya masih menaruh curiga besar terhadap isi negosiasi Iran, terutama setelah muncul bocoran draft kesepakatan yang langsung dibantah Gedung Putih.

Media pemerintah Iran sebelumnya mengklaim telah memperoleh rincian draft perjanjian baru dengan AS.

Dalam laporan tersebut, disebutkan Iran akan membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz dan AS disebut bakal menarik pasukan militernya dari kawasan Timur Tengah. Namun Gedung Putih langsung menyebut dokumen tersebut sebagai “fabrikasi total”.

Trump juga membantah laporan bahwa AS akan melonggarkan sanksi terhadap Iran atau mengizinkan Rusia dan China memindahkan stok uranium Iran yang diperkaya tinggi.

Presiden AS itu menegaskan tidak ada pihak mana pun yang akan diberi kendali atas Selat Hormuz.

“Tidak ada siapa pun yang akan mengontrol Selat Hormuz. Jalur itu akan dibuka segera,” kata Trump.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengakui memang ada kemajuan dalam pembicaraan. Namun Rubio juga belum memberikan detail terkait poin-poin krusial yang masih diperdebatkan kedua negara.

“Ada beberapa kemajuan dan ketertarikan dalam negosiasi,” ujar Rubio.

Ketegangan AS-Iran sendiri masih belum benar-benar reda meski gencatan senjata sejak 8 April relatif bertahan.

Dalam beberapa hari terakhir, militer AS kembali melancarkan serangan terbatas terhadap target-target Iran yang disebut mengancam pasukan dan jalur pelayaran internasional.

Iran mengecam aksi tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Baca Juga: Tetap Tanding, Timnas Iran Dipaksa Bulak-balik Meksiko-Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Situasi ini membuat negosiasi damai berjalan di tengah bayang-bayang ancaman perang baru yang sewaktu-waktu bisa kembali meledak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kala Ole Romeny Main Rebana Hibur Anak-Anak Yatim Jelang Bela Timnas di FIFA Matchday
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Kiat jaga kesehatan usai Idul Adha
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Konflik Teluk Picu Biaya Umrah-Haji Naik, Ini Strategi Marco Travel
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dolar AS Tembus Rp17.800, Purbaya: Nggak Masuk Akal!
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Alasan Mariano Perlata, Lebih Memilih Persija Jakarta Dibanding Persiba Bandung dan Persebaya: Iming-iming Kontrak Selangit?
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.