Ahli Temukan Bukti-Bukti Kehancuran Besar Negara Yerusalem

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Masjid Kubah Batu di Kota Tua Yerusalem. (AP/Maya Alleruzzo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim ilmuwan internasional berhasil menemukan bukti terkait kehancuran besar yang pernah melanda Yerusalem kuno melalui penelitian arkeologi dan penanggalan radiokarbon modern. Temuan tersebut diyakini memperkuat sejumlah catatan sejarah yang selama ini tertulis dalam Alkitab, termasuk kehancuran kota oleh Babilonia pada 586 SM.

Dalam sebuah jurnal berjudul 'Radiocarbon Chronology of Iron Age Jerusalem Reveals Calibration Offsets and Architectural Developments', tim peneliti berusaha merekonstruksi sejarah perkotaan Yerusalem.

Mereka melakukan rekonstruksi dengan penanggalan radiokarbon, pengukuran radiokarbon atmosfer serta cincin pohon. Namun pekerjaan itu tak semudah yang dibayangkan.


Baca: Israel Blokir Calon Haji Gaza, Umat Islam Tak Bisa ke Tanah Suci

Para peneliti mendapatkan tantangan dari dataran tinggi Hallstat. Campuran sinar kosmik dan atsmofer mengganggu penggunaan penanggalan radiokarbon, yang tidak menghasilkan usia spesifik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, para ilmuwan menggunakan teks alkitab dan sejarah. Mereka juga mempelajari lewat tembikar dan sejumlah bukti dengan pengukuran radiokarbon.

Mereka berhasil melakukan lebih dari 100 pengukuran radiokarbon pada bahan organik. Sampel yang dikumpulkan juga berhasil diidentifikasi.

Penanggalan baru yang tepat dari situs-situs arkeologi di Yerusalem mendukung beberapa peristiwa bersejarah utama yang dijelaskan dalam Alkitab, termasuk pemukiman kota, gempa bumi besar, dan penghancurannya oleh bangsa Babilonia.

Elisabetta Boaretto, salah seorang peneliti dan direktur Scientific Archeology Unit Weizmann, mengatakan Yerualem adalah kota yang hidup. Wilayah itu juga disebutnya sebagai kota yang terus dibangun dan bukti arkeologi tersebar.

"Namun terlepas dari tantangan, konstruksi berlapis dan daratan tinggi Hallstatt, kami bisa menyusun kronologinya selama Zaman Besi," jelasnya dikutip dari Jerussalem Post.

Para peneliti memeriksa 103 sampel biji dan sisa-sisa lainnya dari lima situs di lingkungan Kota Daud kuno di Yerusalem, di sebelah selatan Temple Mount.

Pendekatan baru ini menerapkan penanggalan radiokarbon dan metode analisis yang tepat yang secara kolektif disebut "arkeologi mikro" pada lapisan sedimen yang terkait dengan biji-bijian dan kemudian memverifikasi tanggalnya dengan pengukuran radiokarbon atmosfer dari cincin pertumbuhan pohon yang tumbuh antara tahun 624 dan 572 SM.

Hal ini secara efektif menghilangkan ketidakpastian sebagian besar periode waktu dataran tinggi Hallstatt, kata Boaretto. Mereka menetapkan kronologi dengan menggunakan bukti-bukti kehancuran Babilonia pada tahun 586 SM.

Periode pemukiman berakhir dengan kebakaran besar yang diidentifikasi sebagai kehancuran Babilonia pada tahun 586 SM, yang dijelaskan dalam Alkitab dan catatan Neo-Babilonia.

Namun, tidak semua ahli yakin kronologi baru ini dapat diandalkan.

Israel Finkelstein, seorang profesor di Universitas Tel Aviv yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan bahwa banyak sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari konteks arkeologi yang kurang ideal. Hanya satu dari lima situs sejarah yang dianggap dapat diandalkan.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kekuatan Infrastruktur Data Dorong Ekonomi Digital Era AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iduladha, Bupati Tegaskan Hewan Kurban di Pangkep Terjamin Sehat dan Layak Sembelih
• 18 jam laluharianfajar
thumb
KPPPA susun strategi edukasi cegah siswa terpapar radikalisme online
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Rayakan Idul Adha, BRI Group Salurkan 5.000 Lebih Hewan Kurban ke Berbagai Daerah di Indonesia
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Polsek Duren Sawit temukan obat keras daftar G saat razia malam
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Israel Kembali Bunuh Dua Tokoh Penting Hamas di Gaza, Seberapa Berdampak terhadap Perlawanan?
• 2 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.