Pemprov DKI Jakarta Targetkan Lintasan LRT Lingkari Ibu Kota

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pembangunan jaringan LRT Jakarta hingga membentuk lintasan yang terhubung memutari ibu kota (loop) guna menekan angka kemacetan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada pekan lalu akhirnya memutuskan memperpanjang jalur LRT extension Velodrome-Manggarai hingga Stasiun LRT Dukuh Atas dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta membangun sistem transportasi publik terintegrasi. 

Setelah konektivitas pusat kota terselesaikan, pengembangan jaringan LRT akan diarahkan menuju kawasan utara seperti Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 hingga Bandara Soekarno-Hatta untuk membentuk sistem loop transportasi Jakarta.

Saat ini, LRT Jakarta tengah memperpanjang rute dari Velodrome menuju Manggarai sepanjang 6,4 kilometer. Jika proyek itu selesai sesuai target pada Agustus 2026, perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai diproyeksikan hanya memakan waktu sekitar 28 menit.

Adapun rute eksisting sepanjang 5,8 kilometer dari Pegangsaan Dua hingga Velodrome saat ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 13 hingga 15 menit dengan headway keberangkatan setiap 10 menit sekali.

Baca Juga

  • MTI Sebut Proyek LRT Jakarta ke PIK Lebih Mendesak, Ini Alasannya
  • Hari Transportasi: Tarif MRT, LRT Jakarta, Transjakarta Cuma Rp1 Hari Ini
  • Tarif MRT, Transjakarta, dan LRT Jakarta Hanya Rp1 Khusus Hari Lebaran

Dorongan memperluas jaringan transportasi publik muncul di tengah ketimpangan pertumbuhan kendaraan dan kapasitas jalan di Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, jumlah kendaraan bermotor pada 2024 telah mencapai 12 juta unit dengan penambahan sekitar 300.000 kendaraan atau tumbuh 3,08% per tahun. 

Sementara itu, panjang jalan hanya bertambah sekitar 13 kilometer atau 0,20% per tahun sehingga kapasitas jalan tidak berkembang secepat pertumbuhan kendaraan yang melintas.

Alih Moda

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim mengatakan pengembangan jaringan LRT menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan sistem transportasi massal yang terintegrasi dan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. 

“Urgensinya adalah menciptakan sistem transportasi massal terintegrasi yang mendukung Jakarta sebagai kota global yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (25/5/2026). 

LRT Jakarta melintas di salah satu rute

Menurutnya, kemacetan Jakarta masih sangat tinggi karena dominasi kendaraan pribadi. Perpanjangan fase 1B Velodrome-Manggarai ditambah ekstensi menuju Dukuh Atas akan menghubungkan langsung koridor timur Jakarta dengan simpul utama transportasi seperti MRT, KRL, dan Transjakarta. 

Dalam jangka panjang, pengembangan tersebut akan menjadi fondasi pembentukan loop transportasi Jakarta sehingga masyarakat dapat bergerak lebih efisien tanpa harus berulang kali berpindah moda.

Pihaknya memproyeksikan fase 1B mampu melayani hingga 80.000 penumpang per hari setelah beroperasi penuh. Integrasi fisik dan tarif di kawasan Dukuh Atas dan Manggarai diyakini dapat mendorong perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi publik berbasis rel.

“Ini akan mendorong modal shift bertahap dari kendaraan pribadi, terutama dengan integrasi tarif dan fisik yang seamless di Dukuh Atas dan Manggarai, serta pengembangan TOD di sekitar stasiun,” katanya.

Di sisi pembiayaan, Pemprov DKI Jakarta masih mengandalkan APBD untuk pembangunan tahap awal. Fase 1B Velodrome-Manggarai senilai Rp5,5 triliun dan perpanjangan menuju Dukuh Atas sebesar Rp2,7 triliun sepenuhnya dibiayai APBD DKI Jakarta.

Meski demikian, untuk pembangunan jaringan loop yang lebih luas, Pemprov DKI Jakarta mulai membuka peluang keterlibatan swasta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU. 

“Tahap selanjutnya Pemprov terbuka menerapkan skema KPBU dan keterlibatan swasta agar lebih cepat dan meringankan APBD,” ujarnya.

Chico mengakui pembangunan jaringan LRT di Jakarta menghadapi tantangan besar karena dilakukan di kawasan padat dengan ruang kerja terbatas. Sebagian besar pekerjaan konstruksi bahkan harus dilakukan pada malam hari.

Selain itu, integrasi antarmoda, pengaturan lalu lintas, keselamatan konstruksi, hingga pengelolaan pendanaan jangka panjang juga menjadi tantangan utama dalam pengembangan jaringan LRT Jakarta.

Tantangan Trase 

Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Deddy Herlambang menilai rencana pembentukan loop LRT Jakarta berpotensi berhasil selama trase yang dibangun tidak beririsan dengan jalur loop line KRL yang sudah ada. 

“Loop LRT ini bisa saja berhasil asalkan tidak beririsan atau sejajar dengan loop line KRL,” ujarnya. 

Menurut Deddy, keberhasilan transportasi massal berbasis rel sangat bergantung pada kemampuan jaringan menjangkau pusat aktivitas masyarakat dan kawasan permukiman.

LRT Jobodetabek

Karena itu, trase LRT Jakarta dinilai harus melewati kawasan dengan konsentrasi aktivitas tinggi seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah hingga kawasan permukiman besar agar masyarakat benar-benar beralih menggunakan transportasi umum.

“LRT Jakarta trase-nya harus melewati tempat keramaian dan masuk ke basis-basis pemukiman seperti PIK dan Pondok Indah sehingga masyarakat dapat shifting ke angkutan massal berbasis rel,” katanya.

Integrasi Jabodetabek

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Risal Wasal mengatakan pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah membahas integrasi transportasi Jakarta dan Jabodetabek di bawah koordinasi Kementerian Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. 

Pembahasan tersebut mencakup pengembangan TOD, tata akses transportasi, layanan utama dan feeder untuk kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Kita berharap penataan dan pengelolaan hal-hal tersebut bisa mengoptimalkan shifting kendaraan pribadi ke mass public transport,” ujarnya.

Menurut Risal, Jakarta memiliki sejumlah trase potensial untuk pengembangan LRT. Pemerintah pusat bersama operator KAI juga tengah memprogramkan pengembangan LRT Jabodebek hingga Bogor. 

Kinerja layanan LRT Jakarta sendiri mulai menunjukkan peningkatan. Pada 2025, PT LRT Jakarta mencatat rata-rata lebih dari 3.600 penumpang per hari. Tingkat kepuasan pelanggan konsisten berada di atas 90%, ketepatan waktu perjalanan mencapai lebih dari 99%, sedangkan pemenuhan standar pelayanan minimum berada di atas 98%.

Jika proyek loop LRT berhasil direalisasikan, Jakarta akan memiliki jaringan transportasi rel perkotaan yang saling terhubung mengitari ibu kota dan terintegrasi dengan MRT, KRL, Transjakarta, hingga Mikrotrans.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Komoditas: Minyak Mentah Brent Turun 5% ke USD 94,29 per Barel
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Tekan Negara Arab demi Perluas Perjanjian Abraham
• 10 jam laludetik.com
thumb
BNN Amankan Pengurus Partai di Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Anggaran 1.098 Sapi Kurban Iduladha 2026 oleh Presiden Prabowo Pakai APBN, Capai Rp100 Miliar
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Lurah di Pangkep Digerebek di Penginapan Diduga Bersama Staf, Mengaku Urusan Pekerjaan
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.