TABLOIDBINTANG.COM - Film Dilan ITB 1997 belum mampu menyamai kesuksesan film-film sebelumnya dalam semesta Dilan.
Hingga pekan keempat Mei 2026, film tersebut tercatat baru mengumpulkan 532.571 penonton menurut data filmindonesia.or.id.
Jumlah itu membuat Dilan ITB 1997 menjadi film dengan perolehan penonton terendah kedua di franchise Dilan.
Film ini hanya unggul dari Dilan 1983: Wo Ai Ni yang mengisahkan masa kecil Dilan dan hanya membukukan 177.456 penonton selama masa tayang.
Padahal, franchise Dilan sebelumnya selalu tampil perkasa di bioskop. Dilan 1990 bahkan sukses menembus 6 juta lebih penonton dan menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Kesuksesan itu berlanjut lewat Dilan 1991 yang meraih 5 juta lebih penonton serta Milea: Suara dari Dilan dengan 3 juta lebih penonton.
Sementara itu, Ancika: Dia Yang Bersamaku 1995 yang menjadi kisah lanjutan perjalanan cinta Dilan juga masih mampu mencatat 1,3 juta lebih penonton.
Turunnya jumlah penonton Dilan ITB 1997 pun memicu perdebatan di media sosial.
Sebagian menilai popularitas franchise Dilan mulai menurun, sementara lainnya menganggap penonton masih penasaran dengan kelanjutan kisah karakter ikonik tersebut.
Ariel Tetap Jadi Dilan
Meski capaian Dilan ITB 1997 terbilang jauh dari ekspektasi, karakter Dilan rupanya masih belum selesai di layar lebar.
Sosok Ariel dipastikan tetap akan memerankan karakter tersebut dalam film lanjutan berjudul Amsterdam 2000.
Penulis sekaligus sutradara Dilan, Pidi Baiq, sejak awal sudah sepakat bahwa Ariel yang akan memerankan sosok Dilan dalam film Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam 2000.
"Saya enggak asal tunjuk orang. Setelah saya milih (beberapa aktor) siapa ya yang harus meranin Dilan. Yang di otakku selalu balik lagi ke Ariel. Karena mungkin sosoknya ada bau-bau Dilan," ungkap Pidi Baiq suatu kali.
Belum banyak detail yang dibocorkan soal Amsterdam 2000. Namun judulnya langsung memancing rasa penasaran publik karena disebut akan membawa kisah Dilan ke fase kehidupan yang berbeda.
Apakah Amsterdam 2000 mampu mengembalikan kejayaan franchise Dilan di bioskop Indonesia?



