HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Klub promosi Garudayaksa tidak mau numpang lewat di Super League 2026-2027. Mereka mulai bergerak berburu pemain. Terbaru, mereka dikabarkan mulai mengumpulkan anak emas eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Setelah dirumorkan menggaet Pratama Arhan, kini giliran Witan Sulaeman yang merapat.
Kabar ini dibocorkan oleh postingan akun Instagram @garuda.futboll. “Selain Arhan, kabarnya Witan juga bakal merapat ke Garudayaksa musim depan. Gokil sekali kalau rekrutannya banyak eks pemain Timnas,” tulis akun tersebut, Sabtu (27/6/2026) malam.
Akun Instagram lain juga menguatkan indikasi bergabungnya pemain Persija Jakarta tersebut ke klub milik Presiden Prabowo Subianto.
“Witan Sulaeman dan Pratama Arhan santer dikabarkan merapat ke Garudayaksa FC. Di sisi lain, Persib Bandung disebut membidik Bart Ramselaar, sedangkan Bali United dikaitkan dengan striker veteran Islam Slimani,” ungkap @soccer__app.
Kepergian Witan Sulaeman dari Persija cukup beralasan. Sang winger kalah bersaing di skuad Macan Kemayoran. Pada musim 2025-2026, Witan hanya bermain sebanyak 19 kali. Akan tetapi, sering turun ke lapangan hijau dari bangku cadangan dengan total 914 menit bermain.
Pemain dengan nilai pasar Rp4,78 miliar itu mencatat 1 gol dan 4 assist sepanjang musim. Ia melepaskan 13 tembakan dengan 7 yang tepat sasaran. Statistik lainnya meliputi 311 umpan sukses dari 364 percobaan, 7 tekel, 7 intersep, dan 2 sapuan.
Sementara itu, Pratama Arhan memang berpotensi pergi dari True Bangkok United. Pemain dengan nilai pasar Rp4,35 miliar tersebut juga kalah bersaing di timnya. Musim lalu, dia cuma bermain sebanyak 9 laga dengan durasi 498 menit.
Di sisi lain, dihapuskannya regulasi pemain ASEAN di Liga Thailand musim depan membuat masa depan Arhan terancam. Inilah peluang bagi Garudayaksa untuk merekrut pemain berusia 24 tahun tersebut.
Hanya saja, hal yang kemungkinan menjadi kendala adalah masalah kontrak. Di laman Transfermarkt, kontrak Arhan baru berakhir pada 30 Juni 2027.
Kini tinggal menunggu lobi-lobi “khusus” manajemen Garudayaksa agar bisa menggaet Arhan secara gratis tanpa harus menebus klausul kontraknya. (*)





