Bisnis.com, JAKARTA — Kucuran stimulus bagi transportasi pada musim libur tahun ini di tengah pelemahan daya beli masyarakat diharapkan dapat menjadi pendongkrak pertumbuhan industri dalam negeri.
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp190,5 miliar untuk periode libur sekolah dengan target sekitar 3,07 juta penerima manfaat. Sementara untuk periode Nataru 2026/2027 senilai Rp161,4 miliar dengan target sekitar 2,87 juta penerima manfaat.
Dengan demikian, total stimulus transportasi diskon tiket transportasi yang ditujukan untuk kereta api, laut dan penyeberangan, dan udara mencapai Rp351,9 miliar.
Khusus angkutan udara, pemerintah juga memberikan tambahan insentif melalui skema pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah atau PPN DTP tiket ekonomi domestik senilai Rp472,7 miliar bagi sekitar 2,3 juta penumpang.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga laju konsumsi rumah tangga dan mobilitas domestik setelah pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 mencapai 5,61% secara tahunan, ditopang tingginya aktivitas perjalanan selama periode Lebaran.
Pada periode tersebut, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04% secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang didorong peningkatan jumlah penumpang di seluruh moda transportasi.
Baca Juga
- Transportasi Bersiap Lepas Landas
- Setelah ASN, Pemkab Sumedang Sasar Siswa Sekolah Gunakan Transportasi Publik
- Bank Dunia Soroti Persoalan Sampah hingga Transportasi di Bali
Bahkan, dari total pertumbuhan ekonomi 5,61% pada kuartal I/2026, sekitar 0,38% disumbangkan oleh sektor transportasi dan pergudangan.
Momentum itu kini ingin kembali dijaga pemerintah pada musim liburan pertengahan tahun dan akhir tahun, sekaligus menjadi penopang bagi industri transportasi yang masih menghadapi tekanan biaya operasional dan tingginya harga energi.
Dari sisi industri penerbangan, keyakinan mulai muncul seiring memasuki musim puncak perjalanan. Direktur Utama Pelita Air Dendy Kurniawan mengatakan perseroan optimistis periode Juni hingga Agustus akan ramai oleh permintaan perjalanan libur sekolah.
“Semoga juga harga avtur bisa turun,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (27/5/2026).
Pesawat Pelita Air siap lepas landas
Senada, Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association Bayu Sutanto menyampaikan bahwa maskapai menyambut positif kebijakan diskon dan PPN DTP.
Menurut Bayu, stimulus tersebut berpotensi meningkatkan permintaan perjalanan selama musim libur sekolah meskipun industri penerbangan masih dibayangi ketidakpastian harga avtur.
Dia memperkirakan kenaikan permintaan perjalanan pada Juni–Juli akan terjadi, walaupun skalanya belum setinggi momentum Lebaran maupun Nataru. Namun, dirinya melihat sebagian masyarakat yang melakukan perjalanan di wilayah Jawa akan lebih memilih transportasi darat termasuk moda rel.
Sektor PerairanDari sektor perairan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Khoiri Soetomo melihat kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memahami perlunya mendorong mobilitas masyarakat di tengah tekanan daya beli dan mahalnya biaya perjalanan.
Menurutnya, stimulus akan membantu meningkatkan minat masyarakat bepergian, terutama keluarga yang selama ini menunda perjalanan karena keterbatasan biaya. Namun, keputusan masyarakat tetap dipengaruhi kondisi ekonomi keluarga, harga bahan bakar, tarif akomodasi, hingga kepastian layanan transportasi yang aman dan lancar.
Adapun, angkutan laut dan penyeberangan diperkirakan meningkat terutama pada lintasan utama seperti Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, hingga berbagai jalur antarpulau lainnya.
Meski demikian, Khoiri mengingatkan stimulus tarif harus dibarengi kesiapan kapasitas, keselamatan, serta manajemen pelabuhan dan terminal agar lonjakan penumpang tidak berujung pada gangguan layanan.
“Jangan sampai minat masyarakat sudah naik, tetapi pelayanan di lapangan tidak siap,” ujarnya.
Dampak penurunan harga tiket …





