Jelang Waisak 2570 BE, Umat Buddha Gelar San Pu Yi Pai dan Pradaksina di Candi Borobudur

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Magelang: Menjelang perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026, ratusan umat Buddha melaksanakan prosesi San Pu Yi Pai dan Pradaksina di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Prosesi ini diawali dengan San Pu Yi Pai yang dilakukan sejumlah perwakilan majelis umat Buddha seluruh indonesia dan mancanegara.
 
Prosesi diawali dengan San Pu Yi Pai, yaitu melakukan tiga langkah sambil melafalkan Paritta Suci dan melakukan satu kali Namaskara atau bersujud sepanjang marga utama menuju Candi Borobudur.
 

Baca Juga :

Jelang Puncak Waisak 2570 BE di Borobudur, Ribuan Warga Dapat Layanan Pengobatan dan Kacamata Gratis

San Pu Yi Pai merupakan ajaran para maha guru Buddha sebagai bentuk pertaubatan sebelum merayakan Waisak. Selain San Pu Yi Pai, umat Buddha juga menjalankan Pradaksina, yaitu meditasi berjalan mengelilingi stupa utama Candi Borobudur. 

 
(Foto:Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Ketua Umum Majelis Mahayana Buddhis Indonesia (Mahabudhi), Bhikku Samantha Kusala Mahasthavira menjelaskan makna prosesi San Pu Yi Pai yang dilakukan umat Buddha dalam rangkaian perayaan Waisak 2026.

Prosesi tersebut menjadi bentuk latihan untuk memusatkan pikiran, ucapan, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.


Ketua Umum Majelis Mahayana Buddhis Indonesia (Mahabudhi), Bhikku Samantha Kusala Mahasthavira (Foto:Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

“Adapun makna dari San Pu Yi Pai itu sendiri adalah kita berusaha untuk memfokuskan pikiran, ucapan, dan perbuatan. Jadi ucapan, pikiran, dan perbuatan ini harus menunggang makanya untuk hari ini kita mengadakan tiga langkah namaskara satu kali sambil melafalkan pujian kepada Guru Agung kita Sakyamuni Buddha,” kata Bhikku Samantha Kusala Mahasthavira, di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 28 Mei 2026.
 

Baca Juga :

2.570 Lampion dan 570 Drone Akan Hiasi Langit Borobudur Saat Waisak

Prosesi tersebut juga menjadi salah satu bentuk meditasi bergerak yang bertujuan membersihkan pikiran dari berbagai kekotoran batin.


(Foto:Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
 
“Jadi tujuannya adalah selain untuk membersihkan pikiran, juga merupakan salah satu metode melaksanakan meditasi dalam bentuk bergerak seperti ini,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, prosesi San Pu Yi Pai dan Pradaksina diikuti umat Buddha dari berbagai daerah.


(Foto:Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

“Dan untuk kali ini banyak juga umat yang hadir untuk mengikuti prosesi San Pu Yi Pai dan Pradaksina. Rata-rata berasal dari Jakarta dan beberapa kota-kota besar lainnya,” ujarnya.

Usai prosesi San Pu Yi Pai dan Pradaksina, umat Buddha dijadwalkan mengikuti prosesi pengambilan Api Dharma dari Mrapen Grobogan yang kemudian akan di sakralkan di Candi Mendut pada Jumat, 29 Mei 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PPPK Paruh Waktu Desak Pemerintah: Stop Gaji Nol Rupiah!
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polisi tangkap tiga pengedar obat keras ilegal di Tanah Abang
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Alert! Salju Abadi Papua di Ujung Tanduk, RI Bisa Kehilangan Gletser
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ronald Koeman Umumkan Skuad 26 Pemain Belanda untuk Piala Dunia 2026, Van Dijk Pimpin Tim dengan Kombinasi Senior dan Muda
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Kelompok Prioritas Penerima Daging Kurban dari Masjid Istiqlal, Ini Penjelasan Menag
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.