Pantau - Petani tembakau dan cengkeh meminta pemerintah mengkaji ulang rancangan aturan penyeragaman kemasan rokok yang diinisiasi Kementerian Kesehatan karena dinilai berpotensi merugikan sektor pertembakauan nasional.
Ketua Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI) Agus Parmuji menilai pasal-pasal dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tersebut tidak sesuai dengan kondisi nyata di daerah penghasil tembakau.
“Tolong dikaji ulang seluruh RPMK ini,” ungkap Agus di Jakarta, Kamis.
Petani Khawatir Ekonomi Daerah TerdampakAgus mengatakan tembakau menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat.
Menurut dia, komoditas tembakau selama ini mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dengan nilai tukar petani yang dinilai lebih baik dibanding komoditas lainnya.
Ia juga mengingatkan para petani saat ini tengah memasuki masa tanam tembakau pada musim kemarau.
Dalam kondisi tersebut, tembakau disebut menjadi salah satu komoditas utama yang diandalkan masyarakat untuk menopang perekonomian keluarga.
Petani Cengkeh Tolak Penyeragaman KemasanSenada dengan APTI, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) I Ketut Budhyman juga menolak substansi penyeragaman kemasan rokok dalam RPMK tersebut.
Budhyman menilai rancangan aturan itu mengabaikan nasib sekitar 1,5 juta petani cengkeh yang tersebar di sepuluh provinsi di Indonesia.
Ia menyebut sekitar 97 persen produksi cengkeh petani selama ini diserap industri hasil tembakau, khususnya industri kretek.
“Memaksakan aturan seketat ini, pasti yang terdampak di hulu adalah petani tembakau dan petani cengkeh,” kata Budhyman.
Budhyman juga mengkritik acuan yang digunakan Kementerian Kesehatan dalam menyusun aturan tersebut karena dinilai mengambil contoh negara yang bukan penghasil tembakau dan cengkeh.
“Benchmarking yang digunakan Kemenkes dalam penyusunan aturan ini adalah negara yang bukan penghasil tembakau dan cengkeh, bukan negara yang hidup masyarakatnya dari ekosistem pertembakauan. Jadi perbandingannya tidak apple to apple,” ujarnya.




