Moskow (ANTARA) - Situasi hak asasi manusia (HAM) di Ukraina memburuk secara signifikan akibat rezim berkuasa yang dianggap tidak sah dan berhaluan neo-Nazi, kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kementerian menerbitkan laporan tentang situasi HAM di Ukraina, yang menjelaskan pelanggaran HAM dan kebebasan warga negara oleh rezim Kiev.
"Informasi dalam laporan tersebut, dan yang setiap hari dipublikasikan di media dan internet, tentang pelanggaran HAM skala besar di negara tersebut kerap menunjukkan betapa seriusnya kemerosotan situasi HAM di Ukraina. Pertama dan terutama, dan sebagian besar, alasan utamanya adalah rezim neo-Nazi tidak sah yang berkuasa di Kiev," kata kementerian.
Menurutnya, pihak-pihak Barat membenarkan kejahatan yang dilakukan rezim Kiev dan mendorongnya untuk melakukan kejahatan baru.
Lebih lanjut kementerian juga mengatakan pejabat pemerintah Ukraina hanya sibuk dengan potensi korupsi dari pendanaan yang didukung Barat, dan mereka akan terus berperang "sampai warga Ukraina terakhir".
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Uni Eropa akan usulkan pembukaan negosiasi aksesi Ukraina, Juni 2026
Baca juga: UE terancam bangkrut karena dukung Ukraina dan "Kesepakatan Hijau"
Kementerian menerbitkan laporan tentang situasi HAM di Ukraina, yang menjelaskan pelanggaran HAM dan kebebasan warga negara oleh rezim Kiev.
"Informasi dalam laporan tersebut, dan yang setiap hari dipublikasikan di media dan internet, tentang pelanggaran HAM skala besar di negara tersebut kerap menunjukkan betapa seriusnya kemerosotan situasi HAM di Ukraina. Pertama dan terutama, dan sebagian besar, alasan utamanya adalah rezim neo-Nazi tidak sah yang berkuasa di Kiev," kata kementerian.
Menurutnya, pihak-pihak Barat membenarkan kejahatan yang dilakukan rezim Kiev dan mendorongnya untuk melakukan kejahatan baru.
Lebih lanjut kementerian juga mengatakan pejabat pemerintah Ukraina hanya sibuk dengan potensi korupsi dari pendanaan yang didukung Barat, dan mereka akan terus berperang "sampai warga Ukraina terakhir".
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Uni Eropa akan usulkan pembukaan negosiasi aksesi Ukraina, Juni 2026
Baca juga: UE terancam bangkrut karena dukung Ukraina dan "Kesepakatan Hijau"





