Jakarta, VIVA – Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong meminta kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Perancis tidak perlu dipolitisasi.
Wakil Ketua Komisi II DPR itu menjelaskan kunjungan Prabowo tersebut merupakan agenda diplomasi strategis negara yang sudah direncanakan dari jauh hari.
“Ini bukan perjalanan pribadi Presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur,” kata Bahtra kepada wartawan, Kamis, 28 Mei 2026.
Bahtra meminta masyarakat tidak perlu mempersoalkan jadwal kunjungan yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 2026.
Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Prabowo menempatkan kepentingan rakyat dan negara di atas kepentingan pribadi maupun simbolik.
“Ini adalah bentuk pengabdian seorang kepala negara,” kata dia.
Lebih lanjut, Bahtra menuturkan kunjungan Prabowo ke Perancis sedang memperjuangkan kepentingan negara di tengah situasi ekonomi dan geopolitik global yang tidak stabil.
“Yang harus dilihat publik adalah manfaat konkret untuk bangsa, mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global,” kata dia.
“Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” tandas Bahtra.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan, kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis pekan ini, yang bertepatan dengan hari Idul Adha, dilaksanakan dalam rangka memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sempat tertunda.
“Kunjungan ini untuk memenuhi undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda,” kata Sugiono dalam pernyataan yang disiarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan, undangan untuk berkunjung kembali ke Prancis disampaikan oleh Macron saat menerima kunjungan terakhir Prabowo di Paris bulan lalu.
Kala itu, Presiden Macron mengusulkan kembali waktu kunjungan pada akhir Mei, yang kemudian dilakoni Prabowo pada pekan ini. Sugiono menyebut Macron sempat mengusulkan tanggal lain untuk kunjungan kenegaraan.
“Karena sudah diajukan dua kali, Pak Presiden memenuhi undangan ini dan hadir di Paris dalam rangka kunjungan kerja sebagai balasan atas kunjungan Presiden Macron ke Indonesia,” demikian Sugiono.




