Sepenggal Kisah dari Pulau Buru: Berkurban tanpa Memandang Perbedaan

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - 50 Tahun lalu, Pulau Buru, Maluku, terdengar begitu menyeramkan. Pesona alamnya tersapu cerita kelam sulit dilupakan. Pulau ini digunakan pemerintah orde baru sebagai tempat pembuangan bagi tahanan politik yang dituduh terlibat peristiwa G30S/PKI. Dari berbagai arsip sejarah, jumlah total tahanan diperkirakan mencapai 11.600 orang.

Tetapi kini, semua sudah berubah. Pulau Buru tak ubahnya kehidupan di banyak daerah pada umumnya. Setiap hari besar keagamaan atau kenegeraan semua warga kampung ikut merayakan. Seperti momen Idul Adha tahun ini.

Advertisement

BACA JUGA: Rupiah Berpotensi Tembus 18.000 per Dolar AS

Rintik hujan menyambut kami malam itu. Laju iringan mobil berhenti tepat di bibir aliran Sungai Waigereng, Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Pulau Buru, Maluku. Suasana gelap dan sepi. Hanya arus sungai dangkal yang memecah keheningan.

Sungai Waengura memisah Desa Wamana Lama dan Wamana Baru, meski berada di satu kecamatan. Airnya sangat jernih. Sungai itu menjadi satu-satunya jalur lalu lintas warga di dua kampung tersebut. Sebagai penghubung, warga lokal membuat rakit dari kaleng secara swadaya yang bisa mengangkut penduduk dan kendaraan roda dua. Dalam hitungan satu menit, sudah berpindah ke desa seberang.

Setibanya di bibir sungai kampung Wamana Baru, gema takbir menyambut Idul Adha sayup terdengar. Menambah syahdu perjalanan jelang dini hari itu.

"Kampung kita besok mau berkurban," kata warga setempat saat mengantarkan rombongan pada Selasa (26/5/2026) malam. 

Menuju perkampungan warga, jaraknya 1 km lebih. Bila naik sepeda motor, membutuhkan waktu 20 menit. Sementara berjalan kaki, membutuhkan waktu 40-45 menit, tergantung kondisi jalanan yang belum sepenuhnya aspal. 

20 Menit berjalan menuju Desa Wamana, suasana gelap nyaris tanpa kehidupan. Kebetulan jam juga sudah menunjukkan pukul 22.00. Ditambah lampu jalanan masih sangat minim. Pencahayaaan hanya dari rumah penduduk yang mulai dialiri listrik sejak 3 tahun terakhir.

"Silakan masuk beginilah keadaan kampung kami, " kata Mama Anita menyambut penuh semringah. 

Seperti di banyak perkampungan, suasana malam takbiran Idul Adha di Desa Wamana Baru tak ada keramaian mencolok. Mayoritas anak-anak sudah berada di dalam rumah yang tertutup rapat. Berbeda dengan Lebaran Idul Fitri. Anak-anak keliling kampung membawa obor.

Di Kampung Wamana, waktu sejenak terasa melambat. Jaringan telekomunikasi yang belum merata membuat banyak warga lebih banyak menghabiskan waktu silaturahmi antar tetangga ketika siang hari. Anak-anak jarang memegang ponsel. Sebab, untuk mendapatkan sinyal mereka harus naik ke perkampungan lebih atas atau membeli paket jaringan internet. 

"Ya beginilah hari-hari kami, sesekali main HP ada, tapi lebih banyak kami ngobrol, anak-anak lari-larian sampe sore, atau main bola. Itu sudah begitu setiap hari," ucap Anita.

Anita termasuk pendatang di Kampung Wamana. Dia mengikuti suaminya yang lebih dulu menetap di sana. Dulu, kampung Wamana disebut sebagai kampung adat sosial. Di mana penduduknya banyak menganut animisme. 

Tetapi seiring banyaknya pendatang dari perkampungan lain, berubahlah nama menjadi Kampung Wamana Baru. Perkampungan kini banyak ditinggali warga muslim. Meski beberapa masih menganut agama Kristen dan Animisme.

"Seiring semakin bertambahnya warga menganut agama Islam, aktivitas kurban kalau Idul Adha pun berjalan. Jika dulu tidak menentu, sejak 2022 kita rutin mendapat penyaluran daging kurban dari Dompet Dhuafa," ujar mama berusia 45 tahun ini.

Berkat aktivitas kurban, katanya, warga kini bisa menyantap daging sapi. Meski beberapa penduduk memiliki ternak sapi, tapi itu semua untuk diperjualbelikan ke kampung luar. Kebutuhan ekonomi membuat keluarga melupakan akan nikmatnya menyantap sapi.

"Dijual dapat uang untuk kebutuhan lain, kalau dimakan sendiri rugi. Sudah keluarkan yang untuk perawatan," ujarnya.

Suasana idul adha di Pulau Buru. (Liputan6.com/Lia Harahap)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Persona Prima Utama Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi Tersedia dan Syaratnya
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Anthony Leong Dorong Sinergi HIPMI dan JCI untuk Bawa Pengusaha Muda Indonesia Go International
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Rencana Keliling Indonesia, Jokowi Dinilai Sedang Rawat Basis Massa Jelang 2029
• 3 jam lalukompas.com
thumb
AAJI Beberkan Sederet Tantangan untuk Implementasikan New RBC
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Top 3 News: Prabowo Salurkan Kurban untuk Warga Hambalang, 1 Sapi per RW
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.