Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Allianz Life Syariah membukukan laba sebesar Rp132,37 miliar, tumbuh 125,9% (year on year/YoY) sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang terbit di Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (28/5/2026), jumlah pendapatan perusahaan sebesar Rp1,03 triliun.
Jumlah pendapatan itu berasal dari pendapatan ujrah pengelolaan dana tabarru’ sebesar Rp988,75 miliar, pendapatan ujrah pengelolaan investasi dana peserta sebesar Rp36,62 miliar, dan pendapatan investasi sebesar Rp9,68 miliar.
Adapun, beban usaha Asuransi Allianz Life Syariah pada 2025 mencapai Rp970,33 miliar. Angka tersebut menurun sekitar 15,6% YoY dari sebelumnya Rp1,15 triliun.
Menilik laporan posisi keuangan asuransi syariah, total aset pada 2025 tercatat Rp3,63 triliun, naik 9% YoY dari Rp3,33 triliun. Aset terbesar adalah investasi yang mencapai Rp3,19 triliun. Kemudian, aset lain mencapai Rp217,22 miliar dan kas dan setara kas senilai Rp143,86 miliar.
Dari liabilitas, yang terbanyak ada pada utang lain sebesar Rp318,92 miliar, penyisihan manfaat polis masa depan sebesar Rp296,69 miliar, dan penyisihan klaim dalam proses sebesar Rp229,38 miliar. Adapun, total liabilitas sebesar Rp991,05 miliar.
Baca Juga
- Allianz Luncurkan Produk Kesehatan Baru, Antisipasi Lonjakan Inflasi Medis di Indonesia
- Allianz Indonesia Bagikan Tips Kelola THR untuk Dana Pendidikan Anak Sejak Dini
- Tips Mudik Lebaran Lebih Tenang dari Allianz
Sementara itu, dana investasi perusahaan pada 2025 sebesar Rp2,06 triliun, naik 7,8% YoY. Kemudian, dana tabarru’ minus Rp559,04 miliar dan dana tanahud minus Rp5,77 miliar. Dengan demikian, total liabilitas, dana peserta, dan ekuitas sebesar Rp3,63 triliun.
Adapun, rasio tingkat solvabilitas dana tabarru’ dan dana tanahud, dan dana perusahaan pada 2025 sebesar 255%. Pada 2024 rasionya sebesar 2245%.





