BGN Tak Permasalahkan Efisiensi Anggaran MBG, Pastikan Layanan dan Kualitas Terjaga

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Merujuk pada postur APBN 2026, alokasi pagu anggaran resmi untuk BGN dipangkas menjadi senilai Rp268 triliun.

BGN Tak Permasalahkan Efisiensi Anggaran MBG, Pastikan Layanan dan Kualitas Terjaga. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung penuh kebijakan pemerintah lewat skema belanja yang lebih efisien serta tepat sasaran.

Merujuk pada postur APBN 2026, alokasi pagu anggaran resmi untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dipangkas menjadi senilai Rp268 triliun, di mana dana tersebut dikonsentrasikan guna membiayai operasional program MBG lewat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di pelosok Indonesia.

Baca Juga:
BGN Klaim Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Serap 1,28 Juta Pekerja

“BGN menghormati dan mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait langkah efisiensi anggaran negara. Penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal,” ujar Nanik dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).

Nanik mengatakan pola koordinasi dan sinergi antara Kementerian Keuangan bersama BGN tetap terjalin harmonis guna menjamin kelangsungan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:
KPK Dukung 100 Persen Program MBG

“Sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus memastikan tata kelola anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” katanya.

Terhitung sampai dengan 24 Mei 2026, inisiatif MBG dilaporkan telah menyentuh 62,4 juta penerima manfaat melalui dukungan 29.225 SPPG di berbagai daerah. Nanik menjamin program tetap berjalan maksimal sekalipun terdapat penyesuaian efisiensi pada pos-pos operasional tertentu.

Baca Juga:
KPK: Mayoritas Uang Program MBG Hanya Berputar di Kota-Kota Besar

Langkah efisiensi anggaran ini justru dipandang sebagai momentum meningkatkan kualitas eksekusi program agar lebih berdaya guna, serta akurat bagi kalangan masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan.

“Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” tutur Nanik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kebijakan efisiensi ini menjadi strategi penataan ulang manajemen belanja program agar jauh lebih tepat sasaran.

Purbaya memaparkan pagu anggaran MBG untuk tahun ini disesuaikan menjadi Rp268 triliun untuk sementara waktu. Angka tersebut terpangkas dari target alokasi awal yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp335 triliun.

"Rp268 triliun untuk sementara. Angkanya itu dulu. Tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung," kata Purbaya. 

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polikrisis, Ketidakpastian, dan Rasionalitas Kebijakan
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tali Pengikat Putus, Sapi Kurban Lepas dan Lari Tak Terkendali di Tanah Tinggi Tangerang
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Pemkot Bandung Percepat Lelang Ulang Pengelolaan Bandung Zoo untuk Menarik Mitra Investasi Jangka Panjang
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Pendakian Gunung Gede Ditutup saat Libur Idul Adha, Cegah Pendakian Ilegal
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Hukum Menjual Daging Kurban dalam Islam, Begini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.