Jadi Tantangan Masuk Dunia Kerja, Wamenaker Soroti Ketimpangan Akses Pelatihan hingga Pendidikan

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menurutnya, ada akses pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan yang belum merata.

Jadi Tantangan Masuk Dunia Kerja, Wamenaker Soroti Ketimpangan Akses Pelatihan hingga Pendidikan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengungkap sejumlah tantangan generasi muda masuk dunia kerja. Menurutnya, ada akses pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan yang belum merata.

Dia menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penguatan kebijakan ketenagakerjaan nasional, sehingga diperlukan perluasan akses pelatihan dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.

Baca Juga:
Menaker Sebut 35 persen Alumni Program Magang Nasional Terima Tawaran Kerja dari Perusahaan

"Pemerintah pastinya terus memperkuat transformasi pelatihan vokasi agar lebih responsif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (27/5/2026).

Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya prinsip inklusivitas dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional, termasuk upaya memperluas kesempatan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi.

Baca Juga:
Pertemuan Prabowo-Macron Bakal Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Energi Terbarukan

"Prinsip inklusivitas menjadi bagian penting dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional, termasuk upaya memperluas akses kesempatan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi," kata dia.

Baca Juga:
Wamenaker Tegaskan Kerja di Hari Libur Nasional, Karyawan Wajib Dapat Upah Lembur 

Wamenaker mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan juga akan memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan tenaga kerja mandiri, sistem informasi ketenagakerjaan berbasis digital melalui SIAPKerja, serta program padat karya untuk penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.

Dia menegaskan bahwa penguatan ekosistem ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, organisasi masyarakat sipil, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan.

Afriansyah Noor juga menegaskan, percepatan ekonomi digital harus diikuti dengan peningkatan kualitas SDM agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

"Pemerintah pastinya terus memperkuat transformasi pelatihan vokasi agar lebih responsif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja," kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tol Janger Padat Kamis Pagi Akibat Perbaikan Jalan, Ruas Tol Jakarta Lainnya Lancar
• 8 jam lalukompas.com
thumb
7 Tips Transaksi di Mobile Banking yang Aman dan Hindari Scam
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tradisi Hadrat Jadi Simbol Kebersamaan Warga saat Momen Idul Adha di Pulau Bacan
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
BNI Distribusikan 1.200 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah di Indonesia
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Dicoret Ronald Koeman, Jeremie Frimpong Ternyata Masih Bisa Bela Belanda di Piala Dunia 2026
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.