BRI Pacu 3 Ekosistem Klaster Komoditas untuk Kembangkan Produk Unggulan Sulawesi

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI terus memacu pengembangan ekosistem klaster komoditas di wilayah Sulawesi guna mendongkrak potensi produk unggulan daerah. Fokus diarahkan ke 3 komoditas utama, yakni kakao, kacang tanah, dan cengkeh.

Regional CEO BRI Regional 15 Makassar Argo Prabowo mengungkapkan bahwa mayoritas klaster usaha binaan pihaknya bergerak di sektor produksi, dengan porsi terbesar berada di bidang pertanian.

Sebagai contoh program klaster kakao BRI saat ini telah tersebar di berbagai wilayah sentra produksi, salah satunya wilayah Luwu, Sulawesi Selatan.

Di wilayah ini, BRI aktif membentuk klaster perkebunan kakao guna meningkatkan produktivitas petani sekaligus mendorong kualitas produk berstandar ekspor.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, perseroan belum lama ini menjalin kolaborasi dengan PT Comextra Majora di Kabupaten Luwu Timur.

Langkah kemitraan dengan perusahaan produsen dan eksportir komoditas perkebunan tersebut membidik keberlanjutan rantai pasok pengembangan kakao global.

Baca Juga

  • Sembelih 35 Sapi, Dirut Pelindo Bagikan Kurban ke Warga dan Pekerja Pelabuhan Makassar
  • Lion Group Gelar BookCabin Travel Fair di Makassar Akhir Mei, Bidik Penjualan Tiket ke 44 Rute
  • Pedagang Pasar Tradisional Makassar Andalkan QRIS untuk Perluas Jangkauan Konsumen

"Kerja sama dengan PT Comextra Majora dilakukan guna memberi kepastian pasar bagi hasil tani masyarakat. Upaya ini sekaligus menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara sektor jasa keuangan dan sektor riil melalui pola kemitraan terpadu yang sejalan dengan UU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan)," ucap Argo kepada Bisnis belum lama ini.

Selain kakao, BRI juga menggarap klaster kacang tanah yang berpusat di wilayah sentra produksi Sulawesi Selatan. Salah satu yang menjadi percontohan adalah klaster Kacang Nepo di Desa Nepo, Kabupaten Barru. Sentra ini diintegrasikan melalui program Desa BRILiaN.

Melalui program tersebut, BRI berhasil mendorong hilirisasi produk pertanian setempat. Hasil bumi Desa Nepo yang biasanya dijual dalam bentuk mentah, kini telah diolah menjadi produk camilan siap konsumsi yang mampu menembus pasar nasional. 

Dalam prosesnya, BRI memberikan pendampingan komprehensif mulai dari pelatihan pemasaran, perbaikan kemasan, hingga digitalisasi usaha.

Sementara untuk komoditas cengkeh, klaster binaan bank pelat merah ini tersebar luas di sejumlah wilayah sentra perkebunan, seperti Kabupaten Kolaka Utara (Sulawesi Tenggara), Kabupaten Enrekang, hingga Kabupaten Sinjai (Sulawesi Selatan).

Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar Iwan Suprianto menambahkan bahwa sejalan dengan strategi klasterisasi tersebut, perseroan telah membentuk beberapa desa binaan melalui payung Desa BRILiaN. 

Beberapa di antaranya meliputi Desa Tompobulu (Pangkep), Desa Nepo (Barru), Desa Bontominasa (Bulukumba), dan Desa Batupute (Barru).

"Pemberdayaan yang kami lakukan menyentuh aspek fundamental, mulai dari pelatihan manajemen usaha hingga sosialisasi dan fasilitasi sertifikasi halal," kata Iwan.

Hingga saat ini, penetrasi pemberdayaan BRI di wilayah kerja Regional Office (RO) Makassar, yang mencakup Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, telah mencatatkan terbentuknya 2.800 klaster usaha serta 528 Desa BRILiaN.

Ke depan, perseroan berkomitmen untuk terus mereplikasi dan mengembangkan klaster komoditas ini demi memberdayakan ribuan pelaku UMKM melalui 3 pilar utama, yaitu perluasan akses permodalan, pelatihan manajemen bisnis, serta fasilitasi akses pemasaran yang lebih luas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Lilur: Program MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Terungkap, Ini Motif Dugaan Penganiayaan Warga Brunei di Blok M
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
4 Kerbau Kurban di Kudus Mengamuk, 2 Dilumpuhkan dengan Tembakan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warga Rela Kiosnya di Jalur Puncak Dibongkar: KDM Kasih Kompensasi Rp 10 Juta
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Me(r)atapi, eh Me(n)atapi, Fenomena Pembeludakan Alumni Cumlaude
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.