Moskow (ANTARA) - Uganda memutuskan untuk segera menutup perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo (DRC) karena situasi epidemiologis yang disebabkan oleh wabah Ebola, menurut keterangan Kementerian Kesehatan Uganda.
"Uganda untuk sementara menutup perbatasan dengan DRC, segera. Satu-satunya pengecualian adalah untuk tim respons Ebola yang berwenang, operasi kemanusiaan, transportasi makanan dan kargo, dan keamanan di bawah protokol pemeriksaan dan pemantauan kesehatan yang ketat," kata kementerian dalam pernyataan pada Rabu.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa setiap orang yang kembali dari DRC ke Uganda akan melakukan isolasi mandiri selama 21 hari di bawah pengawasan petugas kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah Ebola di DRC dan Uganda sebagai keadaan darurat yang menimbulkan ancaman bagi negara lain. Menurut data terbaru, 221 orang telah meninggal di DRC dengan dugaan Ebola.
Wabah Ebola sebelumnya di Republik Demokratik Kongo berakhir pada Oktober 2025.
Sumber: Sputnik
Baca juga: WHO laporkan 220 kematian suspek ebola di RD Kongo
Baca juga: 101 kasus ebola terkonfirmasi di Kongo, 10 negara Afrika risiko wabah
"Uganda untuk sementara menutup perbatasan dengan DRC, segera. Satu-satunya pengecualian adalah untuk tim respons Ebola yang berwenang, operasi kemanusiaan, transportasi makanan dan kargo, dan keamanan di bawah protokol pemeriksaan dan pemantauan kesehatan yang ketat," kata kementerian dalam pernyataan pada Rabu.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa setiap orang yang kembali dari DRC ke Uganda akan melakukan isolasi mandiri selama 21 hari di bawah pengawasan petugas kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah Ebola di DRC dan Uganda sebagai keadaan darurat yang menimbulkan ancaman bagi negara lain. Menurut data terbaru, 221 orang telah meninggal di DRC dengan dugaan Ebola.
Wabah Ebola sebelumnya di Republik Demokratik Kongo berakhir pada Oktober 2025.
Sumber: Sputnik
Baca juga: WHO laporkan 220 kematian suspek ebola di RD Kongo
Baca juga: 101 kasus ebola terkonfirmasi di Kongo, 10 negara Afrika risiko wabah





