Mataram (ANTARA) - Lima orang jamaah haji asal Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat dilaporkan meninggal dunia selama berada di Tanah Suci Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Amin, membenarkan ada lima orang jamaah haji NTB yang meninggal di Arab Saudi.
"Sampai saat ini total kematian yang dilaporkan ada lima orang. Tiga perempuan dan dua laki-laki," ujarnya di Mataram, Kamis.
Ia menyebutkan, asal para jamaah haji ini ada dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah.
Baca juga: Seorang calon haji asal Jambi wafat di Arafah akibat serangan jantung
"Kematian jamaah ini terjadi sebelum pelaksanaan Armusna atau puncak ibadah haji di Arafah," terang Lalu Muhamad Amin.
Amin mengungkapkan kematian para jamaah haji ini dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari usia lanjut, penyakit penyerta, dan kelelahan/efek suhu tinggi di Arab Saudi.
"Jadi, beberapa jamaah yang kondisi menurun diperkirakan mengalami kelelahan berlebih sehingga kesehatan menurun hingga meninggal," terang mantan Kepala Bidang Haji dan Umrah di Kanwil Kemenag NTB ini.
Menurutnya, sejauh ini pascapuncak pelaksanaan ibadah haji kondisi jamaah haji NTB, mulai dari kloter 1 hingga kloter 15 dalam kondisi sehat walafiat, meski terdapat sebagian jamaah mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan. Bahkan, beberapa sedang dalam observasi oleh tim kesehatan.
Baca juga: Kesempatan pergi hadji dengan pesawat
"Saat melempar jumroh beberapa jamaah menunjukkan penurunan kondisi fungsional (kelelahan berlebih). Penurunan sering terjadi setelah aktivitas (kembali ke hotel) sehingga terjadi fisik jamaah drop," ujarnya.
Untuk menjaga kondisi para jamaah ini, PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan baik di lapangan maupun di fasilitas kesehatan (rumah sakit) setempat untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan kondisi jamaah tetap stabil.
"Beberapa jamaah masih dirawat dalam status observasi oleh tim kesehatan setempat. Tim kesehatan bertugas mendampingi dan melakukan observasi terhadap kasus-kasus yang menurun kondisinya. Sementara, pelayanan makanan dan dukungan logistik dilaporkan memadai, mendukung penanganan di lapangan," katanya.
Baca juga: PPIH: Satu calon Haji Aceh wafat saat berada di Arafah
Baca juga: Menjemput ampunan di miniatur Padang Mahsyar
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Amin, membenarkan ada lima orang jamaah haji NTB yang meninggal di Arab Saudi.
"Sampai saat ini total kematian yang dilaporkan ada lima orang. Tiga perempuan dan dua laki-laki," ujarnya di Mataram, Kamis.
Ia menyebutkan, asal para jamaah haji ini ada dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah.
Baca juga: Seorang calon haji asal Jambi wafat di Arafah akibat serangan jantung
"Kematian jamaah ini terjadi sebelum pelaksanaan Armusna atau puncak ibadah haji di Arafah," terang Lalu Muhamad Amin.
Amin mengungkapkan kematian para jamaah haji ini dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari usia lanjut, penyakit penyerta, dan kelelahan/efek suhu tinggi di Arab Saudi.
"Jadi, beberapa jamaah yang kondisi menurun diperkirakan mengalami kelelahan berlebih sehingga kesehatan menurun hingga meninggal," terang mantan Kepala Bidang Haji dan Umrah di Kanwil Kemenag NTB ini.
Menurutnya, sejauh ini pascapuncak pelaksanaan ibadah haji kondisi jamaah haji NTB, mulai dari kloter 1 hingga kloter 15 dalam kondisi sehat walafiat, meski terdapat sebagian jamaah mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan. Bahkan, beberapa sedang dalam observasi oleh tim kesehatan.
Baca juga: Kesempatan pergi hadji dengan pesawat
"Saat melempar jumroh beberapa jamaah menunjukkan penurunan kondisi fungsional (kelelahan berlebih). Penurunan sering terjadi setelah aktivitas (kembali ke hotel) sehingga terjadi fisik jamaah drop," ujarnya.
Untuk menjaga kondisi para jamaah ini, PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan baik di lapangan maupun di fasilitas kesehatan (rumah sakit) setempat untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan kondisi jamaah tetap stabil.
"Beberapa jamaah masih dirawat dalam status observasi oleh tim kesehatan setempat. Tim kesehatan bertugas mendampingi dan melakukan observasi terhadap kasus-kasus yang menurun kondisinya. Sementara, pelayanan makanan dan dukungan logistik dilaporkan memadai, mendukung penanganan di lapangan," katanya.
Baca juga: PPIH: Satu calon Haji Aceh wafat saat berada di Arafah
Baca juga: Menjemput ampunan di miniatur Padang Mahsyar





