Campus League Basket Regional Jakarta semakin dekat dengan hari puncaknya. Beberapa tim telah memastikan kelolosan ke Regional Playoff. Di fase empat besar itu, jika mereka menang sekali lagi, mereka dipastikan lolos ke Campus League The National.
Menit main makin banyak, eksposur kampus makin tinggi, dan jendela untuk melangkah ke level yang lebih tinggi makin terbuka lebar.
Tapi tak semua tim basket kampus cuma mencari menit bermain. Tidak eksposur, tidak pula keinginan untuk di-scouting ke timnas ataupun tim profesional.
Ada tim yang percaya bahwa tujuan mereka mengikuti kompetisi adalah untuk juara, tidak lain tidak bukan, sejauh apa pun keyakinan orang banyak akan kemungkinan mereka meraih tujuan itu.
Mereka adalah Tim Basket Putra Universitas Trisakti. Meski jarang masuk bursa tim yang disangkakan akan juara, mereka yakin bisa meraih hasil terbaik di Campus League Basket Regional Jakarta.
“Target kita pastinya juara. Semuanya ingin juara. Kalau dikasih kemenangan, kita ingin juara juga di nasional nanti dan compete di nasional,” ujar Kapten Tim Usakti, Yogi Saputra.
Yogi, yang juga pemain profesional di tim Hangtuah Jakarta dan tampil di Indonesian Basketball League (IBL), mengakui bahwa timnya bukanlah calon juara yang kerap disebut-sebut orang saat meramal hasil kejuaraan basket tingkat kampus di Jakarta.
Nama Universitas Pelita Harapan dan Perbanas selalu disebut sebelum mereka. Meski begitu, Yogi dan anak-anak Trisakti tidak gentar.
“Tidak (gentar), karena kita dari dulu dianggap underdog. Kita harus buktikan kalau kita bisa,” katanya kepada Campus Sport Indonesia, Selasa (26/5) di UPH Basketball Court, Tangerang.
Incar PerbanasMenurutnya, timnya punya modal yang cukup untuk bisa melaju jauh di Campus League Regional Jakarta 2026 ini. Tak cuma materi pemain, mereka juga punya spirit yang sedang tinggi-tingginya.
“Saya juga didukung oleh teman-teman, pelatih, dan pihak universitas yang selalu mendukung saya. Kita bermain sebaik mungkin saja. Pihak kampus menyiapkan fasilitas buat kita datang ke sini, transportasi, akomodasi, dan lain-lain,” tambahnya.
Bahkan, Yogi pribadi sudah punya target, tim kuat mana yang ingin ia dan timnya kalahkan.
“Saya ingin bertemu Perbanas karena saya ingin melawan Coach R (Zulfahrizal), pelatih saya di Amartha. Tidak ada (tujuan khusus) apa-apa, ingin membuktikan saja kalau Universitas Trisakti ini layak bermain di nasional dan di regional Jakarta,” tutupnya.





