Penjualan LCGC Anjlok, Mobil Murah Kehilangan Daya Tarik?

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan mobil low cost green car (LCGC) berbahan bakar konvensional atau internal combustion engine (ICE) anjlok 25% sepanjang empat bulan pertama 2026 seiring pelemahan daya beli kelas menengah dan naiknya harga kendaraan yang membuat label mobil murah mulai kehilangan daya tarik.

Data penjualan menunjukkan penjualan LCGC ICE pada Januari—April 2026 turun menjadi 37.823 unit dibandingkan dengan 50.416 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pengamat otomotif Yannes Pasaribu menilai penurunan tersebut tidak dipicu oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi tekanan ekonomi dan perubahan perilaku konsumen.

“Pemicu paling fundamental adalah erosi harga, di mana banderol LCGC yang dulu di bawah Rp150 juta kini merangkak ke kisaran Rp180 juta hingga Rp200 jutaan sehingga label mobil murah kehilangan esensinya,” kata Yannes kepada Bisnis, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, kenaikan harga itu dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan biaya komponen impor, kenaikan biaya produksi, hingga beban pajak seperti pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 3% dan opsen pajak daerah.

Kondisi tersebut kemudian diperparah oleh melemahnya daya beli kelompok kelas menengah yang selama ini menjadi basis utama pembeli mobil pertama di segmen LCGC.

Baca Juga

  • Gaikindo Sebut Daya Beli Tekan Penjualan LCGC
  • Penjualan LCGC Ambles 25% per April 2026, Ini Penyebabnya
  • Menerka Nasib LCGC di Tengah Gempuran Mobil Listrik Murah

“Pembeli mobil pertama kelompok middle income class ini paling sensitif terhadap harga sehingga perlahan mulai meninggalkan segmen entry level konvensional,” ujarnya.

Yannes mengatakan sebagian konsumen kini mulai beralih ke battery electric vehicle (BEV) berharga murah maupun mobil bekas.

Selain pelemahan daya beli, dia menilai terdapat faktor struktural lain yang ikut menekan pasar LCGC nasional.

Salah satunya ketimpangan antara kenaikan harga mobil yang mencapai 5% hingga 7% per tahun dengan pertumbuhan pendapatan kelas menengah yang hanya sekitar 3,5%.

Akibatnya, cicilan kendaraan menjadi semakin berat bagi calon konsumen.

Di sisi lain, kemunculan mobil listrik murah dengan desain dan teknologi yang lebih modern juga mulai menggerus minat pasar terhadap LCGC konvensional.

“Kehadiran BEV murah yang berdesain dan berteknologi lebih canggih di rentang harga yang beririsan dengan LCGC turut menggerus minat calon konsumen,” katanya.

Yannes juga menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ikut memengaruhi keputusan pembelian kendaraan baru di tengah tekanan biaya hidup masyarakat.

Menurutnya, kombinasi tekanan harga kendaraan, ongkos operasional, dan pelemahan pendapatan membuat pasar otomotif entry level menghadapi tekanan cukup berat sepanjang tahun ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asita Manfaatkan Rute Penerbangan Baru untuk Tarik Minat Wisman ke Bali
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Kata-kata Bojan Hodak Setelah Hengkang dari Persib Bandung, Pilih Fokus Masalah Pribadi dengan Tugas Baru di Balik Layar
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Global Turun ke Level Terendah, Investor Mulai Tinggalkan Aset Safe Haven?
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Cara Unik Introvert Menunjukkan Perhatian Lewat
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kurban 12 Sapi di Idul Adha Tahun Ini, Dewi Perssik: Semua Milik Allah
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.