Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggagalkan keberangkatan 118 calon jemaah haji nonprosedural atau ilegal selama musim haji 2026.
Bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI (KemenIMIPAS) dan Kepolisian RI, Kemenhaj melakukan pengawasan sejak dimulainya pemberangkatan jemaah haji reguler pada 22 April 2026 hingga berakhirnya keberangkatan jemaah haji khusus pada 23 Mei 2026.
“Alhamdulillah, Kementerian Haji dan Umrah yang bekerja sama dengan Imigrasi dan Polri telah berhasil menggagalkan keberangkatan sebanyak 118 orang jemaah haji nonprosedural,” kata Harun Al Rasyid Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Dalam pengawasannya, pemerintah memperketat pemantauan di sejumlah pintu keberangkatan nasional, baik di bandara maupun pelabuhan.
Menurut laman resmi Kemenhaj, dari total tersebut sebanyak 89 orang digagalkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Lalu lima orang diamankan di Bandara Internasional Kualanamu dan lima lainnya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Selain itu, dua calon jemaah nonprosedural digagalkan melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, sementara empat lainnya dicegah berangkat melalui Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Kebijakan ini menyusul aturan Pemerintah Arab Saudi yang jauh semakin ketat pada penyelenggaran haji tahun ini. Sehingga pemerintah Indonesia memastikan calon jemaah berangkat melalui jalur resmi dan dengan dokumen yang semestinya.
“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini sangat ketat dalam pelaksanaan haji tahun 2026,” kata Harun.
Harun juga mengimbau masyarakat agar tak tergiur tawaran keberangkatan haji ilegal yang menjanjikan proses cepat tanpa mekanisme resmi. Pasalnya, keberangkatan sesuai prosedur penting untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kepastian layanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji secara prosedural agar ibadah berjalan aman dan nyaman,” tandasnya.(mar/ham)




